Aksi Protes Umat Muslim Balikpapan Terhadap Presiden Prancis

31 October 2020 02:16
Aksi Protes Umat Muslim Balikpapan Terhadap Presiden Prancis
Umat Muslim Balikpapan gelar aksi protes kepada Presiden Prancis terkait penistaan agama Islam berlangsung di halaman Masjid At Taqwa Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan Ulu, Kota Balikpapan, Kaltim. (Mas Ole/tans89.com)
.

BALIKPAPAN, TRANS89.COM – Sejumlah umat Muslim Balikpapan dipimpin Raja Doli Siregar gelar aksi protes kepada Presiden Prancis terkait penistaan agama Islam berlangsung di halaman Masjid At Taqwa Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan Ulu, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (30/10/2020).

Hadir di giat tersebut, Wakil Ketua MUI Balikpapan Ustadz Sugianto, Sekjen MUI Balikpapan Ustadz Drs Zaelani, Anak NKRI Abdullah Rohim, Alumni 212 Raja Doli Siregar, Sekjen GNPF Ulama Abdul Razak, dan Tim 11 Poak Rona Fortuna Siregar.

Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan, boikot produk Prancis, aksi bela Islam, bela Rusulullah.

Orasi Raja Doli Siregar mengatakan, umat Muslim Balikpapan mengutuk keras atas penghinaan Nabi Muhammad SAW oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Presiden Indonesia beragama Islam dan Wakil Presiden seorang ulama besar, mengapa sampai saat ini belum melayangkan surat protes ke Presiden Prancis atas penghinaan Nabi Muhammad SAW,” kata Doli.

Menurut dia, pada saat Nabi Muhammad dilecehkan dan dihina, umat Muslim merasa sakit dan tidak terima Nabi panutannya dilecehkan dan dihina.

“Kami mengajak memboikot produk Prancis, agar perekonomian negara Prancis tertekan. Mengajak bersama-sama terus memperjuangkan agama Allah SWT, semoga kegiatan ini menjadi nilai ibadah di sisi Allah SWT,” tutur Doli.

Ia mengajak untuk rapatkan barisan dalam membela agama Islam sampai nyawa di cabut oleh Allah SWT, dimana Islam merupakan agama yang baik, agama yang mengayomi semuanya, namun jangan mencoba-coba untuk menghinanya.

“Mari bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan untuk membela agam Allah SWT,” ajak Doli.

Perwakilan Produk Prancis, Manager HRD Hotel Novotel, Umar menyatakan sikap, bahwa selaku perwakilan produk Prancis menghormati umat Islam dan mengutuk keras atas penghinaan Nabi muhammad SAW.

“Selaku perwakilan akan menyampaikan kepada pimpinan atas pernyataan sikap dari Umat Muslim Balikpapan,” terang Umar.

Pernyataan Sikap Umat Muslim Balikpapan, Doli menyampaikan, umat Islam marah dan kecewa pada pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyudutkan umat Islam dan melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Kami umat Muslim Balikpapan menuntut permintaan maaf dari Presiden Perancis untuk umat Muslim,” papar Doli.

Dirinya menjelaskan, kami marah dan mengecam pernyataan Macron karena sudah menghina Islam dan Nabi Muhammad, dan sebagai bentuk protes, kami akan menyatakan seruan melakukan aksi Umat Islam harus melakukan perlawanan, setidaknya bersama-sama memboikot produk-produk buatan Prancis yang beredar di Indonesia.

“Kita tidak bisa menghalangi apabila ada umat Islam yang melakukan sweeping warga negara Prancis yang menetap di Indonesia,” jelas Doli.

Ia meminta sikap tegas Presiden Indonesia memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia guna menyampaikan kecaman atas pernyataan Presidennya dan memanggil Dubes Prancis untuk menyampaikan sikap dan kecaman dalam mendukung mendukung penuh sebagai bagian dari negara yang cinta kedamaian dunia.

“Perdamaian dunia tidak bisa diraih jika orang bebas menghina, mengolok-olok keyakinan lain, apalagi terhadap figur yang sakral bagi umat beragama,” terang Doli.

Lanjut Doli, pernyataan Presiden Prancis bisa mengganggu kedamaian dunia, karena mencerminkan ekspresi kebebasan yang tidak bertanggung jawab.

“Kami umat Muslim Balikpapan menilai seharusnya Prancis sebagai negara besar dengan sejarah panjang. Presiden Macron bisa menjadi contoh dan teladan bagaimana menghadirkan kedamaian dunia yang berangkat dari sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan setiap umat manusia,” tambahnya. (Ole/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya