Oknum ASN di Mamasa di Polisikan, Hendrik Himbau Warga Tetap Tenang dan Hargai Proses Hukum

30 October 2020 21:28
Oknum ASN di Mamasa di Polisikan, Hendrik Himbau Warga Tetap Tenang dan Hargai Proses Hukum
Warga Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulbar, saat melaporkan onum ASN inisial H atas dugaan pelecehan seksual ke Polsek Sumarorong,. (Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Di bawah nahkoda Iptu Hendrik, jajaran Polsek Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), semakin sigap menangani berbagai kasus yang terjadi di wilayah hukumnya.

Dalam dua bulan terakhir ini, jajaran Polsek Sumarorong berhasil menuntaskan beberapa kasus di wilayah hukum Polsek Sumarorong yang mencakup dua kecamatan, yakni Kecamatan Messawa dan Sumarorong.

Kapolsek Sumarorong, Iptu Hendrik. (Andi Waris Tala/TRans89.com)

Kendati Iptu Hendrik tergolong baru menjabat Kapolsek Sumarorong, dirinya tak henti-hentinya memberi motivasi kepada bawahannya agar telaten dan bergerak cepat merespon setiap laporan dan pengaduan masyarakat.

“Setiap laporan dan pengaduan masyarakat yang kita terima sesegera mungkin kita mengambil tindakan,” kata Hendrik di ruang kerjanya di Sumarorong, Jumat (30/10/20200.

Menurut dia, hampir dua bulan terakhir ini jajaran Polsek Sumarorong menangani beberapa kasus, yakni kasus penganiayaan, pencabulan anak dibawah umur.

“Saat ini kami (polsek) sedang menangani kasus perzinaan yang diduga dilakukan oknum aparatur sipil negara (ASN) terhadap kerabatnya sendiri,” tutur Henrdik.

Ia menyebutkan, kasus dugaan perzinaan yang diduga dilakukan oleh oknum ASN inisial H, berawal dari pengaduan masyarakat karena merasa curiga dengan gerak gerik H yang sedikit aneh.

“Sikap terduga pelaku H yang mencurigakan inilah akhirnya puluhan warga Desa Rippung, Kecamatan Messawa, pada Kamis (29/10/20) mendatangi kantor Polsek Sumarorong mengadukan dugaan perzinaan yang terjadi di Desa Rippung,” sebut Hendrik.

Dirinya menjelaskan, berselang beberapa jam setelah puluhan warga sampaikan pengaduan, istri terduga pelaku juga mendatangi Polsek Sumarorong untuk melaporkan ulah suaminya yang tega berbuat bejat kepada kerabatnya sendiri.

“Laporan istri terduga pelaku diterima Langsung oleh Satreskrim Polsek Sumarorong, Bripka Suherman dengan nomor laporan polisi, LP/03/X/2020/SEK.SMRG,” jelas Hendrik.

Hendrik juga mengemukakan, menurut istri terduga pelaku, perbuatan bejat itu terjadi sekitar tiga tahun lalu, perbuatan tersebut tidak pernah di ceritakan oleh istri terduga pelaku kepada siapapun, karena istri terduga pelaku tidak menginginkan terjadi perpecahan dalam keluarga.

“Korban merupakan kerabat sendiri. Atas desakan warga, akhirnya istri terduga pelaku membeberkan ulah suaminya dengan melaporkan kejadian tersebut kepihak Polsek Sumarorong,” ujar Hendrik.

Hendrik mengungkapkan, dari pengakuan istri terduga pelaku, pelaku menggasak ponakannya sendiri sampai hamil dan melahirkan, cerita istri terduga pelaku,” ungkapnya.

Dirinya menyatakan, pengaduan warga dan laporan istri terduga pelaku akan kami dalami dengan mengumpulkan bukti serta saksi yang mengetahui duduk persoalan ini.

“Adapun pasal yang disangkakan terhadap pelaku, yakni pasal 284 KUHP tentang perzinaan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara,” beber Hendrik.

Lanjut Hendrik, pokoknya kami seriusi setiap laporan dan pengaduan yang masuk sesuai bukti dan keterangan saksi yang ada.

“Untuk sementara, kita masih sebatas melakukan lidik, jika keterangan saksi dan bukti oleh penyidik dianggap sudah memenuhi unsur, maka kita tingkatkan ke proses sidik. Dan saya imbau warga tetap tenang dan hargai proses hukum sedang berjalan,” demikian Hendrik. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya