KM Pancasona Bermuatan Solar Terbakar di Perairan Probolinggo

30 October 2020 16:58
KM Pancasona Bermuatan Solar Terbakar di Perairan Probolinggo
Bangkai KM Pancasona GT 4 bermuatan solar HSD non subsidi yang terbakar di perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolingg, Jatim. (Adi Nugroho/Trans89.com)
.

PROBOLINGGO, TRANS89.COM – Terjadi kebakaran kapal motor (KM) Pancasona GT 4 bermuatan solar HSD non subsidi sejumlah 5.000 liter di dermaga perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolingg, Jawa Timur (Jatim), Kamis (29/10/2020).

Berdasarkan informasi dihimpun di lapangan, kronologis kejadian sekitar pukul 07.30 WIB, KM Pancasona GT 4 milik Rohman bersandar di dermaga PPP Mayangan dengan tujuan melakukan kegiatan muat barang solar HSD non subsidi sebanyak 5.000 liter yang berasal dari PT Berdikari Jaya Probolinggo (BJP).

Pukul 08.00 WIB, KM Pancasona GT 4 selesai melakukan kegiatan muat dan akan berlayar menuju dermaga pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo.

Pukul 09.00 WIB, KM Pancasona GT 4 tiba di dermaga Gili Ketapang dan langsung melakukan kegiatan bongkar muatan lanjutan solar HSD sebanyak 5.000 atu 22 drum ke tempat penampungan solar milik Saliya.

Pukul 09.30 WIB, sebanyak 9 drum atau 1.800 liter solar HSD sudah dibongkar. Pukul 09.35 WIB, terjadi kebocoran bensin pada alat alkon dan mengeluarkan percikan api sehingga menimbulkan kebakaran pada kapal KM Pancasona.

Pukul 10.30 WIB, KM Pancasona dan muatan sisa solar HSD sebanyak 13 drum terbakar dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran. Sementara kerugian materi diperkirakan sekitar Rp80.000.000, berupa 1 buah kapal dan 3.200 liter solar HSD.

Sementara berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Tembaga, kapal yang terbakar teridentifikasi sebagai KM Pancasona. Kapal ini dimiliki oleh Rohman, warga Desa Gili Ketapang.

“Tiba-tiba ada percikan api, diduga berasal dari mesin alkon yang mengalami kebocoran. Api dengan cepat merembet ke seluruh kapal,” kata petugas pemeriksa kecelakaan kapal KSOP Tanjung Tembaga, Hendra Yulistianto.

Menurut dia, api baru bisa padam setelah menghanguskan seluruh bagian kapal. Proses pemadaman dengan alat seadanya, membuat api sulit ditaklukkan. Selain itu, tidak adanya unit damkar (pemadam kebakaran) juga membuat api terus membesar, dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Atas insiden itu, pemilik dan pemesan solar mengalami kerugian sampai puluhan juta rupiah. Diperkirakan, mencapai Rp80 juta. Dengan rincian Rp60 juta untuk kapal dan Rp20 juta untuk muatan solar yang terbakar,” tutur Hendra.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil penyelidikan KSOP Tanjung Tembaga, sejumlah fakta yang terungkap, antara lain KM Pancasona sebelumnya telah mengajukan permohonan izin bunker ke UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, dan melalui pembeli atas nama Yayan sebanyak 5.000 liter HSD.

“Selain itu, KM Pancasona GT 4 surat pas kecil dan sertifikat kesempurnaan kapal sudah habis masa berlakunya. Serta dokumen asli menurut informasi ikut terbakar. Kapal itu juga sudah mengajukan izin berlayar, namun sayangnya, tidak dilengkapi dengan alat keselamatan pelayaran dan alat pemadam kebakaran,” sebut Hendra. (Adi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya