Aksi Aliansi Mabar Menyoroti Dugaan Tindakan Represif Oknum Aparat Kembali Ricuh di Ternate

30 October 2020 16:13
Aksi Aliansi Mabar Menyoroti Dugaan Tindakan Represif Oknum Aparat Kembali Ricuh di Ternate
Aliansi Mabar unjuk rasa terkait dugaan tindakan represif oknum kepolisian, berlangsung depan Mapolres Kota Ternate, Malut. (Aripin/Trans89.com)
.

TERNATE, TRANS89.COM – Gabungan organisasi kepemudaan (OKP) mengatasnamakan dirinya Aliansi Maluku Utara Bergerak (Mabar) dipimpin Saffrudin Tahir unjuk rasa terkait dugaan tindakan represif oknum kepolisian dan meminta pencopotan Kapolres Ternate serta Kapolda Maluku Utara (Malut), berlangsung depan Mapolres Kota Ternate, Kamis (29/10/2020).

Mass aksi membawa spanduk dan pamflet bertuliskan, copot Kapolda Maluku Utara, copot Kapolres Kota Ternate, #savemahasiswa, darurat demokrasi, #reformasidikorupsi, cabut Omnibus Law, mosi tidak percaya, save buruh, nelayan dan petani, RIP Polri, hentikan kekerasan pada mahasiswa.

Orasi Saffrudin Tahir mengatakan, sekali lagi kami hadir di depan kantor polres ini dengan tuntutan yaitu tindakan represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap massa aksi kemarin.

“Aksi unjuk rasa yang dilaksanakan kemarin dari pihak Mahasiswa tidak pernah melakukan tindakan represif kepada pihak kepolisan, namun justru sebaliknya. Pihak oknum parat kepolisian harusnya bertugas untuk melindungi dan mengayomi massa aksi,” kata Saffrudin.

Dirinya meminta kepada Polres Ternate agar segera membebaskan teman-teman Mahasiswa yang telah ditangkap tanpa syarat, cabut Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, dan sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

“Stop intimidasi dan kriminalisasi terhadap massa aksi, tangkap dan adili oknum kepolisian yang telah melakukan kekerasan terhadap massa aksi, pecat pimpinan Polres Ternate dan Kapolda Malut, kami minta Presiden agar terbitkan Perppu,” pinta Saffrudin.

Massa aksi dibubarkan paksa oleh aparat keamanan dari Polres Ternate karena tidak memiliki ijin kegiatan aksi. Selain itu, dengan pertimbangan hari ini merupakan Hari Besar Maulud Nabi Muhammad SAW.

Karena adanya perlawanan dan tidak mau dibubarkan aparat keamanan, Polres Ternate mengamankan 8 orang massa, yakni Safrudin Tahir, Julfandi Tauro, Bayu Samaila, Susano, Asraf dan 3 orang lagi belum diketahui identitasnya dimana saat ini masih dalam pemeriksaan Polres Ternate.

Tak lama kemudian, massa aksi kembali berkumpul depan Mapolres Ternate, dan dibubarkan kembali oleh anggota Polres Ternate tetapi tidak mau dan menolak, sehingga diambil tindakan diamankan kembali massa aksi sebanyak 3 orang, yakni Ahmad Arfa, M Rivai Badarudin dan Alfandi Pardjer.

Dari jumlah massa aksi, 11 orang yang diamankan pihak Polres Ternate saat ini masih dilakukan pemeriksaan untuk diambil keterangannya, sementara sisa 7 orang lainnya dibubarkan secara paksa oleh anggota Polres Ternate. (Aripin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya