Peringati Sumpah Pemuda, Front Perjuangan Pemuda Indonesia Pimkot Mamuju Gelar Aksi

29 October 2020 00:27
Peringati Sumpah Pemuda, Front Perjuangan Pemuda Indonesia Pimkot Mamuju Gelar Aksi
FPPI Pimkot Mamuju unjuk rasa dalam rangka peringati hari Sumpah Pemuda, berlangsung di Lampu Merah Simpang Lima Kali Mamuju, Jalan Sultan Hasanuddin Kabupaten Mamuju, Sulbar. (Buyunk/Trans89.com)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Sejumlah massa tergabung Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimpinan Kota (Pimkot) Mamuju terdiri dari Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat (KOMKAR) dan Mahasiswa Peduli Ekonomi Kerakyatan (MAPER) Gerakan Mahasiswa Balkam (GEMBEL), Komunitas Pemuda Kurungan Bassi (KOMPAK), Pemuda Onang Utara gelar unjuk rasa.

Aksi tersebut dipimpin Targol dalam rangka peringati hari Sumpah Pemuda, berlangsung di Lampu Merah Simpang Lima Kali Mamuju, Jalan Sultan Hasanuddin Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (28/10/2020, Pukul 15.55 Wita,

Massa ksi membawa spanduk bertuliskan, #apel28Oktober, pemuda adalah yang melawan oligarki kekuasaan, #Mamujumenolakomnibuslaw, #mositidakpercaya.

Orasi Targol mengatakan, sejarah pemuda adalah sejarah perlawanan sejarah Indonesia adalah sejarah penindasan dan perlawanan.

“Pemuda dalam catatan sejarah Indonesia adalah pemeran penting bicara soal perjuangan, dan tentunya tak bisa disembunyikan dari catatan sejarah perjungan serta tetap akan teringat,” kata Targol.

Menurut dia, di momentum 28 Oktober adalah sejarah yang paling penting dan tentunya sangat sakral dalam sejarah Indonesia, dan sampai hari ini semangat juang para pemuda untuk memperjuangkan keadilan, kesejateraan rakyat, adalah salah satu tugas yang terpenting demi melanjutkan semangat juang para pemuda.

“Pengibaran bendera merah putih, pertamakalinya dinyayikannya lagu kebangsaan Indonesia raya tidak lepas pula dari peran pemuda Indonesia, namun penghianatan para penguasa dan para oligargi terhadap perlawanan pemuda di tandai dengan lahirnya anak haram politik etis adalah perjuangan pemuda yang di bungkam bahkan menjalar sampai hari ini,” tutur Tagrol.

Ia menyampaikan, pembungkaman perjungan para pemuda tetap berjalan dengan gaya yang lebih modern, dan demi melanjutkan semangat para pemuda yang melawan para penindas dan para penjajah, tentunya di wariskan kepada pemuda Indonesia.

“Hari ini sedang dalam resesi ekonomi dan tentunya rakyat Indonesia semakin jauh dari cita cita perjuangan untuk kesejateraan. Belum lagi bicara soal demokrasi yang tak kalah asingnya diterapkan di negara ini,” papar Targol.

Rusdi menyampaikan, Sumpah Pemuda merupakan momen penting yang setiap tahun selalu diperingati untuk mengingat telah menjadi bagian dalam sejarah besar perjalanan Indonesia merebut kemerdekaan.

“Para pemuda bersumpah, kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia, kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia, kami putra dan putri Indonesia berbahasa persatuan bahasa Indonesia,” papar Rusdi.

Rusdin menyebutkan, diawali dari kesusahan dan terkekangnya masyarakat karena penjajahan, membuat para pemuda berinisiatif bersatu membentuk suatu gerakan untuk merebut NKRI dan memperjuangkan kemerdekaannya, kemudian pemuda dari berbagai organisasi seluruh Indonesia bersatu.

“Berbicara tentang Sumpah Pemuda belum lengkap jika kita belum membahas sejarah singkatnya dan senantiasa mengucapkan selamat sebagai refleksi perjuangan pemuda dalam kemerdekaan bangsa yang tak boleh dilupakan,” pungkasnya. (Buyunk/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya