Aliansi Peduli Indonesia Unjuk Rasa di DPRD Kota Palopo Tolak Omnibus Law

27 October 2020 16:00
Aliansi Peduli Indonesia Unjuk Rasa di DPRD Kota Palopo Tolak Omnibus Law
Aliansi Peduli Indonesia unjuk rasa pra kondisi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, berlangsung di kantor DPRD Jalan Andi Djemma Kota Palopo, Sulsel. (Yudhi/Trans89.com)
.

PALOPO, TRANS89.COM – Puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Peduli Indonesia (API) dipimpin Muhaimin Ilyas unjuk rasa pra kondisi menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja, berlangsung di kantor DPRD Jalan Andi Djemma Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (26/10/2020).

Orasi Muhaimin Ilyas mengatakan, DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020, telah mensahkan UU Omnibus Law yang telah menghianati hati nurani rakyat.

“Dengan disahkanya UU Omnibus Law, maka sama halnya telah membuka kran investor asing untuk mengambil kekayaan alam di negara kita,” kata Muhaimin.

Ia mendesak DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo menolak UU Omnibus Law dan meminta agar tuntutan yang disampaikan segera dilanjutkan ke DPR RI.

“Kami juga mendesak Kapolri untuk mengungkap kasus penembakan 2 mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra), tegakkan kedaulatan rakyat, mengecam tindakan birokrasi kampus atas pembungkaman demokrasi yang berujung pada skorsing dan drop out (DO) mahasiswa Kota Palopo, mendesak penegak hukum untuk menegakan supremasi hukum di Kota Palopo,” tegas Muhaimin.

Massa aksi diterima Ketua DPRD Kota Palopo, Nurhaenih, mengatakan DPRD Kota Palopo akan memanggil pihak kampus dan korban yang di DO dr kampus di Palopo untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP).

“DPRD Kota Palopo akan melakukan RDP dengan pihak Polres Kota Palopo mengenai kasus dugaan pelanggaran hukum yang belum tuntas di Kota Palopo yang terjadi belakangan ini,” katanya.

Nurhaeni menyampaikan, pimpinan DPRD Kota Palopo akan menyurat ke Kapolri, agar segera mengungkap kasus penembakan 2 mahasiswa di Sultra.

“DPRD Kota Palopo akan menyurat secara tertulis ke DPR RI Pusat bahwa DPRD Kota Palopo menolak UU Omnibus Law yang telah disahkan beberapa waktu lalu,” paparnya. (Yudhi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya