PT Mamuang Gelar Pemebekalan Kepada TRC Dalam Menangani Bencana

24 October 2020 17:42
PT Mamuang Gelar Pemebekalan Kepada TRC Dalam Menangani Bencana
Pembekalan TRC yang berperan sebagai tim pantau dan patroli deteksi dini dalam peningkatan kapasitas, berlangsung di lapangan sepakbola Gemilang dan aula kantor PT Mamuang di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Muhammad Tahir Pilo/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Pembekalan Tim Reaksi cepat (TRC) yang berperan sebagai tim pantau dan patroli deteksi dini yang dilakukan oleh salah satu perusahaan industri perkebunan kelapa sawit yakni PT Mamuang merupakan anak usaha PT Astra Agro Lestari (PT AAL) Tbk Area Celebes, menyelenggarakan training dan pelatihan pengenalan peningkatan kapasitas TRC.

Giat tersebut diikuti karyawan supervisi hama penyakit tanaman (HPT), support teknik dan administrasi serta scurity berlangsung di lapangan sepakbola Gemilang dan aula kantor PT Mamuang di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (23/10/2020).

Person In Charge (PIC) Fire Protection wilayah PT Mamuang dan PT Pasangkayu, Agro Susanto menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada TRC,

“Hal ini untuk meningkatkan semangat, disiplin, dan kinerja sebagai karyawan di lingkungan perusahaan serta pelayan yang baik terhadap karyawan maupun di masyarakat khususnya masyarakat ring 1 PT Mamuang yang ketika terdampak bencana,” papar Agro.

Ia berharap kepada anggota TRC ketika menemukan titik gawat darurat, foto untuk didokumentasikan cepat dan dilaporkan ke grup, agar tim bisa mempersiapkan bahan atau alat yang harus digunakan di lokasi.

“Kegiatan training dan pelatihan pemberian materi dan pengenalan alat yang harus di gunakan oleh TRC apabilah ada terjadi sumber api di wilayah area ring 1 perusahaan,” imbuh Agro.

Menurut dia, adapun peralatan yang dimiliki, yakni mobil Isuzu Damkar, peralatan pompa seperti koshin portable, selang canvas 1.5 inc, nozle 1.5 inc, water tank portable dan nozle tusuk gambut, sementara peralatan tangan seperti chainsaw, gepyok api, garu tajam, parang dan kampak.

“Semua peralatan disimulasikan berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Total peserta sejumlah 30 orang yang terdiri dari karyawan, support teknik , administrasi, supervisi HPT, security PT Mamuang,” tutr Agro.

Sementara Administratur (ADM) PT Mamuang, Jumali mengharapkan seluruh TRC PT Mamuang dapat mengikuti dan memahami pembekalan atau pelatihan ini dengan baik.

“Selain itu, saya berpesan dalam perekrutan anggota TRC diharapkan yang mempunyai kesehatan fisik yang baik dan keberanian yang lebih,” harap Jumali.

Dirinya menyebutkan, hal itu penting, mengingat wilayah area perbatasan perkebunan kelapa sawit ini dan kompleks perumahan perusahaan juga tugas-tugas TRC dalam tata cara penyelesaian persoalan dilapangan.

“Dengan dilaksanakannya training atau pelatihan dan simulasi terhadap penanganan bencana, saya harap ketika terjun kelapangan, anggota TRC dapat menyelesaikan masalah. Dan yang paling terpenting adalah tetap menjaga wilayah kita agar tetap aman atau zero fire,” sebut Jumali.

Lanjut Jumali mencontokan, ketika terjadi bencana banjir diwilayah perkebunan atau kebakaran, apa saja yang harus dipersiapkan.

“Jadi bagaiman mempersiapkan standar operasional prosedur (SOP) yang mesti dijalankan dalam memberikan pelayanan. Hal itu penting, sehingga dapat meminimalisir adanya korban serta kerugian harta benda serta lainnya,” tambahnya. (Pilo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya