Bakal Disiagakan Pos di RSUD dan Perbatasan Wilayah Pasangkayu Untuk Perketat Protokol Kesehatan

23 October 2020 00:53
Bakal Disiagakan Pos di RSUD dan Perbatasan Wilayah Pasangkayu Untuk Perketat Protokol Kesehatan
Ketua Satgas Covid-19 yang juga Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa saat pimpin rapat Satgas Covid-19 di ruang kernya di kantor bupati Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Dok. Dinas Kominfoper Pasangkayu)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Beberapa pekan terakhir kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Pasangkayu meningkat tajam, hal ini membuat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mesti mengambil langkah tegas.

Ketua Satgas Covid-19 yang juga Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa mengungkapkan peningkatan kasus Covid 19 di kabupaten paling utara Sulawesi Barat (Sulbar) ini salah satunya disebabkan masih kurangnya kesadaran masyarakat, bahkan sebagian menganggap remeh virus mematikan itu.

“Kami berencana akan semakin memperkatat penerapan protokol kesehatan (prokes) ditempat-tempat umum terutama di RSUD,” ungkap Agus saat rapat Satgas Covid-19 di ruang kernya di kantor bupati Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Kamis (22/10/2020).

Menurut dia, rencana kami bakal disiagakan pos TNI, Polri dan Satpol PP di RSUD Pasangkayu, karena terkadang ada keluarga pasien yang positif Covid 19 di RSUD yang tidak mau mendengarkan imbauan.

“Mereka (keluarga) masih kontak langsung dengan bersangkutan (pasien Covid-19). Dampaknya kasus positif kita semakin meningkat,” tutur Agus.

Ia mengimbau koordinasi antara jajaran Satgas kebawah semakin di perkuat.

“Masing-masing harus paham dengan tugasnya, sehingga ketika ada kasus terkonfirmasi penangannya bisa dilakukan dengan baik,” ujar Agus bupati dua periode ini.

Sementara Sekretaris Satgas Covid-19 Pasangkayu, Firman, menjelaskan kalau tengah mempertimbangkan pengaktifan kembali posko perbatasan di utara dan selatan wilayah Kabupaten Pasangkayu.

“Warga luar yang ingin memasuki di wilayah Kabupaten Pasangkayu diwajibkan memiliki hasil rapid test,” jelas Firman.

Dirinya menyebutkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) harus proaktif melakukan pengawasan kepada pasien yang isolasi mandiri.

“Suplai logistik mereka (pasien) harus diperhatikan, harus disiapkan,” sebut Firman yang saat ini juga menjabat Sekda Kabupaten itu.

Diketahui berdasarkan informasi dari Diskominfopers Pasangkayu, jumlah kasus terkonfirmasi per 22 Oktober, sebanyak 50 kasus positif, dimana 20 orang isolasi mandiri, 29 diantaranya telah dinyatakan sembuh, dan satu orang meninggal dunia. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya