Aliansi Banyuwangi Bergerak Kembali Aksi Tolak Omnibus Law

23 October 2020 17:56
Aliansi Banyuwangi Bergerak Kembali Aksi Tolak Omnibus Law
Aliansi Banyuwangi Bergerak unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berlangsung di kantor bupati dan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Jatim. (Fahmi S/Trans89.com)
.

BANYUWANGI, TRANS89.COM – Ratusan massa tergabung dalam Aliansi Banyuwangi Bergerak (ABB) dipimpin Usman Halimi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja berlangsung di kantor bupati dan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Kamis (22/10/2020).

Kelompok yang tergabung dalam ABB, Cipayung Banyuwangi (PMII dan BEM), Aliansi BEM Banyuwangi, Tolak tambang PT BSI, Warga Pakel (Laskar Hijau), Warga Wongsorejo, Kelompok Pelajar (SMK/STM).

Massa aksi menuntut, dengan menolak dengan keras Omnibus Law. Mendesak Presiden untuk menerbitkan Perppu pencabutan UU Cipta Kerja. Hentikan kriminalisasi aktivis dan pejuang lingkungan. Menagih keseriusan DPRD Banyuwangi dalam menentukan sikap penolakan Omnibus Law. Mengecam Bupati Banyuwangi Azwar Anas dalam keterlibatannya sebagai Satgas Omnibuslaw.

Orasi Usman Halimi mengatakan, hari ini kita melaksanakan aksi untuk melawan penindasan pemerintah kepada rakyat.

“Pemerintah akan merampas tanah kita, di Pesanggaran Tambang emas akan mengambil tanah kita, di Wongsorejo lahan petani akan dirampas oleh pemerintah,” kata Usman.

Ia menyebutkan, Bupati Banyuwangi adalah salah satu pejabat yang menjadi anggota Satuan Tugas (Satgas) Omnibus Law tanpa peduli dengan rakyatya.

“Maka hari ini kita datangi kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banyuwangi untuk menanyakan kepada Bupati Banyuwangi dan kita minta klarifikasi,” sebut Usman.

Massa aksi juga lakukan pelemparan kantor menggunakan air meniral gelas dan petasan, sementara massa aksi melakukan perusakan terhadap pagar kantor DPRD dan pelemparan menggunakan batu. Massa aksi diredam menggunakan water canon dan gas air mata.

Dilakukan mediasi, dan penyampaian Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin berharap agar teman-teman bisa menjaga keamanan dengan cara bersama-sama menjaga kedamaian, dan atas kejadian hari kita saling memaafkan.

“Setelah kegiatan ini, saya meminta kepada teman-teman bisa bubar kembali kerumahnya, apabila ada kendala bisa lapor ke Polresta,” ujar Arman.

Tanggapan Usman menyampaikan, kita ABB tidak membenarkan pemukulan terhadap pendemo, kenapa kita ingin bertemu DPRD tidak diperbolehkan.

“Kita demo karena adanya Omnibus Law yang menyengsarahkan rakyat, dan proses demokrasi kita dihalag-halangi. Kita sangat menyayangkan kejadian hari ini. Kita meminta teman kita yang di tahan dikeluarkan dan dibebaskan, jika tidak dikeluarkan, kita akan tetap melawan,” papar Usman. (Fahmi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya