Mahasiswa Kampar Bawa Boneka Teatrikal Tolak Omnibus Law

22 October 2020 00:47
Mahasiswa Kampar Bawa Boneka Teatrikal Tolak Omnibus Law
Mahasiswa Kampar aksi membawa boneka teatrikal menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, berlangsung di Bundaran Balai Bupati Jalan Prof M Yamin, Kabupaten Kampar, Riau. (Tony Wijaya/Trans89.com)
.

KAMPAR, TRANS89.COM – Sejumlah mahasiswa Kampar dipimpin David Davijul unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja, berlangsung di Bundaran Balai Bupati Jalan Prof M Yamin, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (21/10/2020).

Massa aksi membawa bendnera Merah Putih, HMI, GPPI, HMOK, KAMMI, HIMABA, perlengkapan teatrikal berupa bboneka, alat musik gitar, dan spanduk bertuliskan tolak Omnibus Law, lawan seluruh kebijakan serta produk hukum anti rakyat.

Tuntutan massa aksi, David Davijul, menolak Omnibus Law UUU Cipta Kerja, dan meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kampar untuk menyurat ke pusat membatalkan Omnibus Law, serta meminta Presiden RI mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Perundang-undangan (Perppu) agar dapat melindungi hak para buruh.

“Kami meminta kepada DPR RI dan pemerintah untuk membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja, dan meminta kepada Pemda Kampar untuk ikut menolak disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja karena sangat merugikan rakyat,” kata David.

Ia juga meminta Presiden RI mengeluarkan Perppu untuk membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja karena pengesahan UU tersebut terlalu tergesa-gesa, sehingga merugikan rakyat dan tidak memikirkan kepentingan hak para buruh.

“Kami pemuda Kampar menolak UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI. Karena UU tersebut hanya dapat menguntungkan sebelah pihak dan merugikan masyarakat kecil.
Kami mahasiswa Kampar meminta Pemkab Kampar untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah provinsi Riau dan pusat,” pinta David.

Selanjutnya massa aksi melakukan aksi teatrikal menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Tony/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya