PWI Apresiasi Polri Tangkap Pembunuh Wartawan di Sulawesi Barat

21 October 2020 22:08
PWI Apresiasi Polri Tangkap Pembunuh Wartawan di Sulawesi Barat
Ketua Umum PWI, Atal S Depari. (IST)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Atal S Depari mengapresiasi Tim Gabungan Polri mengungkap pembunuhan terhadap wartawan Demas Laira di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar).

“Saya sangat mengapresiasi begitu cepatnya Polri menangani kasus pembunuhan wartawan Demas Laira,” ujar Atal dalam keterangan persnya, Rabu (21/10/2021).

Dulu, katanya, kasus-kasus pembunuhan terhadap wartawan kasusnya hilang dan jarang yang terungkap.

“Sekarang saya melihat ada keseriusan Polri mengungkap kasus-kasus terkait wartawan,” ujar Atal.

Ia berharap agar para pelaku dikukum seberat-beratnya agar ada efek jera.

“Kami yakin Polri profesional untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga ancaman terhadap para pelaku,” imbuh Atal.

“Tim Gabungan Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri, Ditkrimum Polda Sulbar, dan Satresmob Ditkrimum Polda Sulsel berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap seorang wartawan bernama Demas Laira,” ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Raden Argo Yuwono kepada para awak media, Selasa (20/10/2020) kemarin.

Argo mengatakan, korban meninggal dunia dengan tusukan badik pada 19 Agustus 2020.

“Adapun TKP berada di Jalan Trans Poros Sulawesi Mamuju -Palu, KM 151 Salubijau – Karossa, Mateng, Sulbar,” ungkap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Argo menyatakan, ada 6 orang tersangka dalam peristiwa pembunuhan ini.

“Mereka adalah Syamsul (32) ditangkap di Mandar-Pohuwato, Gorontalo, Nawir (30) ditangkap di Karossa-Mateng, Sulbar, Doni (20) ditangkap di Karossa-Mateng, Sulbar, Haerudin (18) ditangkap di Karossa-Mateng, Sulbar, Ilham (19) ditangkap di Karossa-Mateng, Sulbar, dan Ali Baba (25) ditangkap di Sarudu-Pasangkayu, Sulbar,” urainya.

Lanjut Argo, motif pembunuhan adalah pelaku sakit hati kepada korban yang mengganggu dan mempermalukan Kartina, adik perempuan salah satu pelaku Syamsul.

“Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP ancaman pidana hukuman mati, seumur hidup atau hukuman penjara paling lama 20 tahun,” tambah alumni Akpol 1991 ini. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya