Polresta Balerang Kota Batam Gelar Konfrensi Pers Pengungkapan Home Industri Pabrik Sabu

21 October 2020 00:36
Polresta Balerang Kota Batam Gelar Konfrensi Pers Pengungkapan Home Industri Pabrik Sabu
Polresta Balerang Kota Batam gelar konfrensi pers pengungkapan home industri beralamatkan di Nagoya Mansion Tower A Lantai 6 Kamar 609 memproduksi narkotika jenis sabu, berlangsung di Mapolresta Barelang Kota Batam, Kepri. (Broto Swasono/Trans89.com)
.

BATAM, TRANS89.COM – Polresta Balerang Kota Batam gelar konfrensi pers pengungkapan home industri beralamatkan di Nagoya Mansion Tower A Lantai 6 Kamar 609 memproduksi narkotika jenis sabu.

Konfrensi per dipimpin Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur didampingi Kasat Reskrim, Kompol Andri Kurniawan dan Kasatresnarkoba, Kompol Abdul Rahman di Mapolresta Barelang Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (19/10/2020).

AKBP Yos Guntur mengatakan, kronologis kejadian berawal dari informasi masyarakat tentang adanya lokasi pembuatan sabu (home industri) di Nagoya Mansion, selanjutnya dilakukan penyelidikan dan pengembangan informasi.

“Pada hari Kamis 15 Oktober 2020, sekira pukul 04.30 WIB, bertempat di Nagoya Mansion Tower A Lantai 6 Kamar Nomor 609 Nagoya Kota Batam, tim gabungan Kapolresta Barelang telah melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap 2 orang pelaku berinisial FJ (37) alamat Perum Pondok Pratiwi Sekupang Kota Batam, MS (23) alamat Kav Pondok Indah Punggur Nongsa Kota Batam,” kata Yos.

Barang bukti (BB) yang di amankan, Yos menyebutkan, 1 bungkus sabu dibungkus dengan plastik transparan seberat 0.15 gram, 1 set alat hisap sabu/bong, 1 set peralatan untuk memproduksi sabu, 1 unit kompor merek kris, 1 unit listrik merek sanyo, 1 unit kulkas merek sanyo, 1 buah botol kaca warna hijau bertuliskan meth, 1 buah panci stanlees, 2 buah botol warna putih alkohol 70%, 1 botol cuka dapur merek dua belibis, 1 bungkus garam merek marina, 1 botol putih merk noah.

“Selain itu, 1 bungkus bubuk belerang warna kuning, 1 (buah) mangkok kaca warna putih serbuk basah warna putih, 1 buah gelas kaca berisikan gumpalan kristal warna putih, 1 tabung kaca berisikan kristal, 1 tabung kaca berisikan cairan kristal, 1 mangkok plastik berisikan cairan kristal, 1 jerigen warna putih berisikan cairan, 1 jerigen warna putih berisikan efedrine, 1 jerigen warna putih bertuliskan acetone, 1 handphone vivo kartu simpati, 1 lembar kertas kardus bertuliskan diduga rumusan zat kimia untuk meracik pembuatan sabu,” sebut Yos.

Lanjut Yos, para tersangka akan di sangkakan pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 114 Ayat 1 Jo Pasal 129 Huruf A Dan Huruf B Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Kedua tersangka diancam hukuman badan paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tambahnya. (Broto/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya