Kapolda Sulawesi Barat Pimpin Konfrensi Pers Terkait Penangkapan 6 Orang Pelaku Pembunuhan Terhadap Wartawan

21 October 2020 21:51
Kapolda Sulawesi Barat Pimpin Konfrensi Pers Terkait Penangkapan 6 Orang Pelaku Pembunuhan Terhadap Wartawan
Kapolda Sulbar, Irjen Pol Eko Budi Sampoerno pimpin konferensi pers terkait penangkapan 6 orang pelaku pembunuhan terhadap jurnalis Demas Laira berlangsung di Polres Mateng. (Damone/Trans89.com)
.

MAMUJU TENGAH, TRANS89.COM – Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Irjen Pol Eko Budi Sampoerno pimpin konferensi pers terkait penangkapan 6 orang pelaku pembunuhan terhadap jurnalis Demas Laira berlangsung di Polres Mamuju Tengah (Mateng),

Hadir di giat tersebut, Wakapolda Sulbar Brigjen Pol Umar Faroq, Direktur Reserse Kriminal Umum Direskrimun (Direskrimum) Polda Sulbar Kombes I Nyoman Artana, Kapolres Mateng AKBP Muhammad Zakiy dan pejabat utama (PJU) Polres Mateng, Selasa (21/10/2020).

Kapolda Sulbar, Irjen Eko Budi Sampoerno ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan anggota kepolisian, bahwa pada hari ini tepatnya kemarin perkara yang sudah 2 bulan lebih dan pada tanggal 20 Agustus tahun 2020, kejadian di mana seorang ditemukan mayat di jalan Trans Sulawesi.

“Hari ini tepat 2 bulan tanggal 21 Oktober 2020 tersangka berhasil ditangkap. Dari hasil penangkapan itu, kami bisa membuktikan kaitannya berdasarkan kronologis kejadian,” ucap Kapoolda Eko.

Menurut dia, seperti yang kita ungkapkan di awal, bahwa meninggalnya rekan kita di mana bukan karena profesinya sebagai wartawan, tapi karena kejadian lain yang memang para tersangka dengan korban itu tidak saling mengenal.

“Malam kejadian tanggal 20 karyawati inisial (K) dari koperasi kembali untuk pulang ke rumah jam 11 malam, korban Dimas mendekati karyawati dan sempat menanyakan kemana arah Topoyo, dan karyawati tersebut menjawab, namun tetap diikuti oleh korban dan menarik jilbab karyawati tersebut hingga hampir jatuh dari sepeda motor,” tutur Eko.

Ia menyebutkan, tidak berapa lama karyawati tersebut berhenti di sebuah bengkel dan menghubungi rekan kerja/saudaranya, menyampaikan kejadian yang diterimanya dari korban Dimas, kemudian beberapa orang melakukan pengejaran terhadap korban hingga terjadi pembunuhan terhadap korban.

“Tersangka yang satu berhasil ditangkap di Gorontalo, sekarang dalam perjalanan dari Makassar, besok pagi kita bawa ke Sulbar,” sebut Eko.

Dirinya mengemukakan, maka kesimpulannya sudah bisa dibuktikan siapa yang mengejar, siapa yang memukul, bahkan siapa yang menusuk (korban).

“Para pelaku ditangkap di beberapa lokasi diantaranya Syamsul (32) ditangkap di Pohuwato, Gorontalo. Nawir (30) ditangkap di Karossa – Mateng, Sulbar. Doni (20) ditangkap di Karossa, Mateng, Sulbar. Haerudin (18) ditangkap di Karossa, Mateng, Sulbar. Ilham (19) ditangkap di Karossa, Mateng, Sulbar. Dan Ali Baba (25) ditangkap di Sarudu, Pasangkayu, Sulbar,” ujar Eko.

Keluarga korban Dimas Laira, Barnabas mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian, dimana yang sudah bekerja keras untuk mendapatkan dan menangkap pelaku pembunuhan adik saya.

“Saya tadi sempat mendengar bahwa hukuman mereka di atas 5 tahun, dan kami dari keluarga menyatakan bahwa kalau bisa usulan kami dari keluarga ditahan seumur hidup. Kenapa begitu, perbuatan mereka sangat sadis dimata kami, siapapun itu adalah sangat sadis, apalagi kita dengar penjelasan tadi bahwa hanya permasalahan sepele, namun caranya membunuh itu sudah sangat sadis,” ucapnya.

Adapun motif pembunuhan Dimas Leira ini karena pelaku Syamsul merasa sakit hati, karena adik perempuannya berinisial K diganggu korban.

Para pelaku yang ditahan dikenai pidana pasal 170, 351, dan 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Barang bukti yang diamankan berupa kendaraan roda dua, 6 andphone, dan 1 buah badik. (Damoe/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya