Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar Diduga Lakukan Tindakan Arogansi, KKBA PUS Minta Habiburrahman Angkat Kaki Dari Polman

20 October 2020 01:52
Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar Diduga Lakukan Tindakan Arogansi, KKBA PUS Minta Habiburrahman Angkat Kaki Dari Polman
KKBA PUS unjuk rasa terkait dengan adanya dugaan tindakan arogansi yang dilakukan oknum Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Polman terhadap Jaslipa, berlangsung di Kantor Imigrasi Polman Jalan Tritura, Kabupaten Polman, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Kerukunan Keluarga Besar Aralle (KKBA) Pitu Uluna Salu (PUS) dipimpin Firmansyah unjuk rasa terkait dengan adanya dugaan tindakan arogansi yang dilakukan oknum Kepala Imigrasi Kelas II Polewali Mandar (Polman), Habiburrahman terhadap Jaslipa.

Aksi KBA PUS tersebut berlangsung di Kantor Imigrasi Polman Jalan Tritura, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (19/10/2020).

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, kronologis kejadian awal permasalahan dengan adanya laporan salah satu dari Ibu Dharma Wanita Imigrasi Polman yang melaporkan Jaslipa (Istri dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha Tri Kuncoro) dalam menjalankan organisasi Dharma Wanita Imigrasi Polman diduga sering mengeluarkan ancaman kepada ibu-ibu yang tidak mengikuti aturan dan perintah, dan akan dilaporkan kepada Kepala Kantor imigrasi kelas II Non TPI Polman, kemudian suami dari Ibu tersebut akan dipindah tugaskan.

Dari laporan salah satu Ibu Dharma Wanita Imigrasi Polman tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polman Habiburrahman menegur Jaslipa melalui pesan whatshapp (WA) milik Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Tri Kuncoro untuk segera diselesaikan diinteren ibu Dharma Wanita.

Hari Senin 21 September 2020, Kasubag TU Tri Kuncoro bersama istrinya Jaslipa menghadap Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polman bertujuan menjelaskan persoalan yang terjadi pada Ibu-ibu Dharma Wanita Imigrasi Polman, namun pada pertemuan tersebut, saat Jaslipa menjelaskan persoalan yang terjadi tidak menerima disalahkan bahkan penjelasan dari Jaslipa sudah keluar dari konteks permasalahan dengan menyebutkan nama pejabat yang merupakan keluarga besarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polman, Habiburrahman mendengar penjelasan dari Jaslipa tersebut, dan meminta agar persoalan ini diselesaikan melalui internal kantor saja, namun Jaslipa malah mengaku-ngaku kenal dan keluarga pejabat yang ada di Sulbar dan Polman.

Mendengar penjelasan tersebut, Habiburrahman meminta Tri Kuncoro bersama istrinya Jaslipa untuk keluar dari ruangannya dengan menggebrak meja, dimana hal itu dilakukan Habiburrahman dengan alasan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi terhadap dirinya dikarenakan dirinya menderita penyakit jantung.

Tetapi di balas Jaslipa dengan menggebrak meja sambil mengeluarkan ancaman kepada Habiburrahman dengan kata-kata, ‘bapak hati-hati, bapak ini pendatang disini’, dan suami dari Jaslipa, Kasubag TU Tri Kuncoro merekam kejadian tersebut.

Pada Hari Rabu 23 September 2020, Habiburrahman di panggil oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Sulbar di Mamuju, karena persoalan tersebut dan memperlihatkan isi pesan WA yang bernada ancaman kepada Kepala Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Polman, dimana pesan WA tersebut agar Kepala Kantor Imigrasi Polman berhati-hati, sehingga Kakanwil Imigrasi Sulbar meminta kepada Habiburrahman untuk tidak kembali ke Polman karena pertimbangan keselamatannya.

Kembali ke masa aksi lakukan audiensi dengan Kepala Imigrasi Kelas II Polman, Habiburrahman.

Firmansyah mengatakan, kami sebagai keluarga sangat merasa tersinggung atas perlakuan oknum Kepala Imigrasi Polman yang kami anggap sangat arogansi.

“Ini tidak mencerminkan sosok pemimpin yang baik, dengan ini kami meminta Habiburrahman untuk meminta maaf kepada KKBA PUS dan segera meninggalkan Kabupaten Polman,” kata Firmansyah.

Habiburrahman menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan mengakui khilaf,” ucap Habiburrahman

Kepala Imigrasi Kelas II Polman, Habiburrahman masih mencari waktu yang tepat untuk mengunjungi seluruh KKBA PUS dalam rangka memohon maaf.

Dalam waktu 3 hari kedepan, massa aksi KKBA PUS meminta Habiburrahman membuat pernyataan untuk bersedia meninggalkan Kabupaten Polman. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya