Empat Dusun di Mamuju Jadi Langganan Banjir Sungai Kalukku, Warga Harap Perhatian Pemerintah

20 October 2020 00:22
Empat Dusun di Mamuju Jadi Langganan Banjir Sungai Kalukku, Warga Harap Perhatian Pemerintah
Empat Dusun di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar jadi langganan banjir luapan air sungai Kalukku setiap musim hujan tiba. (Muhammad Gufran Padjalai/Trans89.com)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Empat Dusun di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) jadi langganan banjir luapan air sungai Kalukku setiap musim hujan tiba.

Keempat Dusun tersebut adalah Dusun Babalalang Timur, Babalalang Pantai, Kampung Baru, Babalalang Sejati dan Tarawe.

Jumat dini hari (16/10), banjir kembali merendam pemukiman warga di wilayah tersebut setelah hujan deras turun sejak Kamis siang.

Luapan sungai yang datang secara tiba-tiba di tengah gelap malam tersebut membuat panik warga yang sedang tertidur lelap.

Beberapa rumah warga yang letaknya agak rendah langsung terendam banjir setinggi lebih-kurang 70 cm dengan arus yang cukup deras.

Di tengah arus deras luapan air sungai yang terus bertambah, warga berusaha menyelamatkan barang-barang dan peralatan rumah serta hewan ternak seperti ayam dan kambing.

Meski tidak menimbulkan kerusakan berat, namun luapan banjir sungai Kalukku ini selalu menjadi kehawatiran warga setiap musim penghujan tiba seperti saat ini.

Tokoh masyarakat Babalalang, Ahmad, mengatakan beberapa tahun terakhir area yang terendam akibat luapan air sungai Kalukku tersebut semakin meluas dan intensitasnya juga semakin sering terjadi.

Kata Ahmad, penyebab luapan air sungai Kalukku yang merendam pemukiman warga di wilayah ini diduga semakin sering terjadi sejak tepi sungai di sebelahnya dibangun tanggul.

“Dulu kan luapan air sungai masih menyebar di dua tepinya, jadi walau sungai waktu itu sering banjir juga, namun tidak selalu langsung memasuki kampung karena terbagi dan menyebar juga di sebelah. Tapi sejak yang di sebelah ditanggul, sekarang arus air mengarah ke sini semua,” kata Ahmad, Senin (19/10/2020).

Apalagi menurut Ahmad, pemasangan tanggul yang dibangun di sebelahnya itu tidak memberi ruang bila terjadi penambahan volume air di musim hujan tiba.

“Tanggul langsung di pasang tepat di bagian aliran air sungai, jadi jelas kalau sungai meluap air akan mencari tempat renda dan akhirnya mengarah ke sini yang belum ditanggul,” tuturnya.

Dahlan tokoh masyarakat Babalalang lainnya menyampaikan, pada periode sebelumnya dirinya bersama perwakilan masyarakat telah mengeluhkan kondisi tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat.

“Keluhan warga tersebut tidak ada tindak lanjut sampai masa jabatan anggota DPRD Sulbar berakhir,” papar Dahlan.

Dahlan juga mengungkapkan kalau dirinya sudah menghadap dab meyampaikan maslah ini, tapi tidak ada perhatian sampai berakhir periode masa jabatan anggota dewan.

“Oleh karena itu, melalui media ini, saya mewakili warga, menitip pesan dan berharap agar kondisi ini dapat menjadi prioritas perhatian pemerintah, setidaknya dengan datang dan melihat langsung di lapangan. Karena saat ini abrasi dan pengikisan arus sungai di wilayah ini semakin bertambah luas dan merusak pemukiman warga,” ungkapnya. (Gufran)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya