Warga Kebonromo di Sragen Tolak Berdirinya Pabrik, Bentangkan Spanduk di Lahan Persawahan

19 October 2020 00:30
Warga Kebonromo di Sragen Tolak Berdirinya Pabrik, Bentangkan Spanduk di Lahan Persawahan
Penolakan warga berdirinya pabrik dilakukan dengan memasang spanduk dilahan pertanian dibeberapa titik di Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jateng. (Arif Faisal/Trans89.com)
.

SRAGEN, TRANS89.COM – Desa Kebonromo salah satu desa di Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah (Jateng), dilihat secara geografis terletak di bagian Timur Kota Sragen.

Desa ini berbatasan dengan Desa Bener di sebelah Selatan, Desa Pilangsari di sebelah Barat, dan Desa Gabus di sebelah Utara.

Berhembus kabar rencana berdirinya pabrik yang rencananya akan ada investor masuk ke desa ini, ada penilaian dan penolakan sejumlah warga dengan berbagai alasan.

Warga Kebonromo dengan geografis lahan pertanian yang subur, secara terang-terangan menolak rencana bendirinya pabrik di lahan Pertanian.

Penolakan warga Desa Kebonromo dilakukan dengan memasang spanduk dengan berbagai tulisan, yakni warga Kebonromo tolak pabrik, stop berdirinya pabrik di desa kami, tolak pabrik di lahan pertanian, jangan cemari sawah kami, masyarakat Kebonromo menolak berdirinya pabrik, dan lain sebagianya.

Salah satu tokoh masyarakat yang namanya tidak mau dipublikasikan menyatakan, ada beberapa warga yang telah menolak karena mempertimbangkan berbagai hal.

“Baik dari segi lingkungan, limbah, maupun segi efek sosial lainnya. Pernah ada tawaran dari investor untuk membeli tanah warga, namun warga menolaknya dengan berbagai alasan,” katanya.

Ditemui di lokasi lahan Pertanian, seorang warga yang namanya tak mau disebut berhasil diwawancarai menyatakan hal serupa, dia katakan tidak ada kesepakatan akhirnya tawaran investor tersebut ditolak.

“Akhirnya kami menolak, jangan sampai lahan pertanian kami hilang dan desa tercemar,” terangnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Kebonromo, Titik Sri Lestari di kediamannya menyampaikan, pihaknya hingga saat ini belum ada investor yang menghubungi kami pihak desa, dan kami adalah pelayan masyarakat yang akan memperjuangkan aspirasi warga.

“Terkait penolakan berdirinya pabrik tidak ada kesepakatan antara investor dengan warga, juga pertimbangan lingkungan dan lahan pertanian, akhirnya warga menolak,” papar Titik, Minggu (18/10/2020). (Arif/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya