Beredar Selebaran ‘Pilkada 2020 Damai Pasangkayuku’, Ditanggapi Positif Masyarakat

18 October 2020 02:17
Beredar Selebaran ‘Pilkada 2020 Damai Pasangkayuku’, Ditanggapi Positif Masyarakat
Theo saat membaca selebaran 'pilkada 2020 damai Pasangkayuku' disalah satu warkop di kota Kabupaten Pasangkay, Sulbar. (Enis/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Beredar selebaran di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), dengan judul artikel selebaran ‘pilkada 2020 damai Pasangkayuku’.

Dalam selebaran tersebut berisikan narasi tulisan yakni, pilkada serentak tahun 2020 telah didepan mata, pesta demokrasi ini perlu terus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat agar bisa berjalan lancar dan damai, karena pilkada tahun ini diprediksi tidak ada kejadian konflik akibat masifnya provokasi di dunia maya (media sosial) dengan mengangkat isu mengenai informasi bohong (hoax).

Berita bohong atau hoax telah banyak mewarnai setiap peristiwa (pilkada) dengan tujuan untuk menipu, menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat keresahan. Namun masyarakat Pasangkayu kiranya dapat melakukan filter (penyaringan informasi), karena masifnya sosialisasi literasi media.

Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada), terkadan masyarakat tertentu menjadi terprovokasi. Dampaknya dan pelajaran mamsyarakat Kabupaten Pasangkayu dihimbau untuk mewujudkan pilkada damai 2020 sebagai kematangan berdemokrasi. Hanya melalui literasi media inilah masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi setiap informasi yang ada.

Pentingnya mengingatkan kepada masyarakat untuk terus tumbuh, pesan damai, dan menjadi salah satu faktor penyeimbang di tengah masyarakat.

Masyarakat berpartisipasi dalam pilkada agar berjalan Kabupaten Pasangkayu diharap dapat sukses, aman, damai dan sejuk meski beda piihan dalam pilkada, karena persatuan dan kesatuan yang ada di masyarakat harus diutamakan.

Jangan sampai pesta demokrasi yang tidak lama lagi digelar dapat memecah belah masyarakat. Jangan hanya beda pilihan mengakibatkan kita tercabik-cabik dan terpecah belah, walau berbeda pilihan. Dan sebagai warga negara Indonesia wajib menjunjung tinggi falsafah dasar negara yakni Pancasila.

Kebersamaan sangat dibutuhkan untuk menjaga kemanan khusus berita hoax, ujaran kebencian dan politik uang. Masyarakat Pasangkayu dengan menghindari penyebaran hal tersebut di pilkada ini akan menjadi momentum untuk melahirkan pemimpin yang disenangi oleh rakyatnya, pemimpin yang bertanggung jawab dan menghargai keberagaman.

Jika setiap pesta demokrasi mampu melahirkan pemimpin yang bersih, maka yang akan merasakan manfaatnya adalah masyarakat itu sendiri. Momentum pilkada 2020 ini juga diperkirakan semakin memupuk rasa kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi yang sedang bangun bangsa Indonesia.

Disalah satu warkop di Pasangkayu, beberapa pengunjung nampak membaca seleberan tersebut dan menanggapinya dengan positif.

Seperti dikatakan Yunus, selebaran ini berisikan pesan-pesan untuk mengajak warga Kabupaten Pasangkayu agar selalu menjunjung demokrasi di pilkada Pasangkayu.

“Isi selebaran ini untuk mengajak kita semua warga Kabupaten Pasangkayu untuk berdemokrasi secara dewasa dan menanggapi setiap persoalan atau perbedaan itu dengan bijak, agar terwujud pilkada yang langsung, bebas dan rahasia, sehingga tercipta pilkada yang aman, damai dan sejuk,” kata Yunus di Pasangkayu, Sabtu (17/10/2020) malam.

Senada dengan Theo, pemuda ini dengan tegas juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga pelaksanaan pilkada secara demokrasi, karena berbeda itu wajar dan mari kita bijak hadapi semua ini.

“Diharapkan penyelenggara pilkada untuk bertindak seperti wasit sehingga para pasangan calon (paslon) dan pendukungnya merasa tidak dirugikan, sehingga terwujud pilkada aman dan damai serta sejuk,” imbuhnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya