Buruh dan Pemuda Unjuk Rasa di DPRD Pasangkayu Tolak Omnibus Law

16 October 2020 01:45
Buruh dan Pemuda Unjuk Rasa di DPRD Pasangkayu Tolak Omnibus Law
Serikat Buruh dan Aliansi Pemuda Sarudu unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kantor DPRD Jalan Abd Muis Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Serikat Buruh dan Aliansi Pemuda Sarudu dipimpin Asad Rasyd unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja di kantor DPRD Jalan Abd Muis Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (15/10/2020).

Orasi Asad Rasyd, mengataka kami melakukan aksi dengan mematuhi protokol kesehatan, karena sekarang masih pandemi Covid-19.

“Kami datang untuk menyuarahkan suara rakyat yang tertindas dengan disahkannya UU Omnibuslaw. Kami turun lagi melakukan orasi karena kami masih menemukan keganjalan dari UU Omnibus Law tersebut,” kata Asad.

Orasi Syahril, menyatalan kKita ada massa yang terdidik, maka jangan ada provokasi diantara kita.

“Kami datang disini untuk mewakili orang tua kami yang selaku buruh dan merasa tertindas dengan UU Omnibus Law,” ujar Syahril.

Orasi Ipul, menyebutkan sampai hari ini UU Omnibus Law itu sudah ada penolakan dari kalangan masayrakat maupun pihak buruh.

“Kami datang disini untuk menyampaikan aspirasi bagaimana kedepanya keadaan masyarakat apabila UU Omnibus Law tetap berlanju,” sebut Ipul.

Orasi Anca, mengemukakan kami datang di sini untuk memperjuangkan hak-hak kami selaku buruh, dan hari ini kami datang disini untuk memperjuangkan harga diri kami kaum buruh.

“Kami hanya ingin menyampaikan bahwa kami datang menolak keras UU Omnibus Lwa yang telah disahkan oleh pemerintah dan DPR RI. Kami selaku buruh meminta dengan sangat kepada DPRD untuk membantu kami agar menolak UU Omnibus Law demi kesejahteraan kami semua para buruh,” ujar Anca.

Massa aksi diterima anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu, yakni Herman Yunus, Andi Yusuf, Yani Pepi, Misrat Abdul Karim, Lukman Said dan Jurana Hatta.

Tanggapan Herman Yunus menyampaikan, sangat mengaspirasi apa yang dilakukan oleh saudara- saudara buruh di Kabupaten Pasangkayu.

“Saya dari perwakilan DPRD Kabupaten Pasangkayu akan menyampaikan asipirasi buruh ke Ketua DPRD Pasangkayu untuk menolak UU Cipta Kerja,” paparf Herman.

Menurut dia, kehadiran saudara- saudara Aliansi Pemuda dan Buruh Kabupaten Pasangkayu untuk melakukan orasi menyampaikan aspirasi, kami sangat peduli atas apa yang dirasakan oleh kaum buruh.

“Saya juga terlahir dari orang tua selaku buruh. Saya dari bagian buruh Kabupaten Pasangkayu. Jadi atas nama pribadi saya mendukung penolakan UU Cipta Kerja,” tutur Herman.

Pembacaan sikap massa aksi, pertama, sikap DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat dengan tetap melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja merupakan sikap tidak bermoral dan melukai perasaan serta keadilan masyarakat, khususnya kalangan pekerja buruh yang sampai hari ini masih tegas menolak RUU Cipta kerja yang sangat merugikan kalangan pekerja buruh.

Kedua, mendesak pemerintah daerah dan DPRD untuk memberikan dukungan untuk pembatalan UU Cipta Kerja. Tiga, mendesak presiden untuk tidak menandatangani UU Cipta Kerja serta menerbitkan Perpu pembatalan pengesah UU Cipta Kerja

Dan terakhir, dalam rangka menegakkan demokrasi rakyat, kami menuntut pemerintah untuk membuat regulasi kebijakan adil, bijaksana dan transparan dengan melibatkan berbagai pihak bersangkutan. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya