Tolak Omnibus Law dan Minta Diterbikannya Perpu, Massa Buruh Aksi di Patung Kuda Indosat Jakarta

15 October 2020 02:48
Tolak Omnibus Law dan Minta Diterbikannya Perpu, Massa Buruh Aksi di Patung Kuda Indosat Jakarta
Ratusan massa dari KSBSI unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta dan mendesak Presiden menerbitkan Perpu, berlangsung di area Patung kuda Indosat Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat. (Bayu A/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Ratusan massa dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dipimpin Surnadi dan Horry unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta dan mendesak Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu), berlangsung di area Patung kuda Indosat Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020).

Massa aksi menggunakan tiga unit mobil komando dan membawa spanduk serta poster bertuliskan, tolak Omnibus Law, bebaskan Indonesia dari cengkeraman kapitalis, KSBSI tegas menolak Omnibus Law, UU Ciker buruh dibohongi, mendesak Presiden menerbitkan Perpu pembatalan UU Cipta Kerja, cabut Omnibus Law, #mositidakpercaya.

Orasi Surnadi mengatakan, wahai para penguasa, janganlah engkau mementingkan kepentingan pengusaha dengan andil menarik investor asing masuk ke Indonesia dengan membuat UU Omnibus Law yang sangat merugikan wargamu sendiri.

“UU Omnibus Law Cipta Kerja berisi 11 klaster yang menggabungkan 79 UU yang di dalamnya menyangkut aturan tentang ketenagakerjaan, penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, hingga administrasi pemerintahan,” kata Surnadi.

Ia menyebutkan, tidak dibenarkan jika warga negaranya yang menuntut keadilan dan pemerataan di negaranya dihalangi oleh aparat penguasa.

“Ketika hari ini kami ingin menyuarakan aspirasi tentang hak kami di Istana Negara, kenapa tidak dibolehkan, apakah Presiden anti dengan kritik, apakah Presiden hanya mementingkan kepentingan pengusaha,” sebut Surnadi.

Dirinya mengemukakan, kalau ingin negara ini maju, maka ciptakan lapangan kerja dan sejahterakan para pekerja.

“Ketika hak kita dirampas kita harus melawannya. Kami adalah serikat buruh yang besar, kami tidak akan merusak fasilitas negara, justru pemerintahlah yang telah merusak nasib kami,” ujar Surnadi.

Massa aksi beristiraha dan melaksanakan shalat duhur berjamaah di badan jalan depan kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Usai shalat berjamaah, massa aksi kembali melanjutkan orasinya, kemudian berjalan kaki dari Patung Kuda Indosat depan Kemenpar RI menuju Taman Pandang depan Istana Negara.

Di depan kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, massa aksi tertahan karena di blokade aparat kepolisian.

Perwakilan massa aksi laksanakan koordinasi dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto.

Massa aksi berbalik arah kembali ke area Patung Kuda Indosat. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya