Mahasiswa dan Buruh Tolak Omnibus Law di Kantor DPRD Pasangkayu

12 October 2020 16:46
Mahasiswa dan Buruh Tolak Omnibus Law di Kantor DPRD Pasangkayu
Aliansi Pemuda Pasangkayu unjuk rasa menolak Omnibus Law (UU Cipta Kerja di kantor DPRD Jalan Ir Soekarno Kabupaten Pasangakyu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Mahasiswa dan buruh yang tergabung di Aliansi Pemuda Pasangkayu berkumpul di Anjungan Pantai Pasangkayu Jalan Mohammad Hatta dipimpin Ahmad unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja menuju kantor DPRD Jalan Ir Soekarno Kabupaten Pasangakyu, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (12/10/2020.

Burhanuddin mengatakan, kami dari Fraksi inisiator dari aksi penolakan UU Cipta Lapangan Kerja meminta rasa keadilan pada pihak penegak hukum terhadap insiden yang terjadi oleh kawan-kawan kita yang ada di seluruh wilayah Republik Indonesia telah melakukan demonstrasi.

“Banyak kawan-kawan kita telah alami luka ringan dan berat, dan diharapkan pelaku tersebut di berikan sanksi berupa pemecatan terhadap anggota oknum kepolisian tersebut,” katanya.

Setibanya di kantor DPRD Kabupaten Pasangkayu, orasi Ahmad menyatakan, sisihakan lengan baju sahabat atas nama kepentingan rakyat Indonesia, tidak ada lagi kepentingan oknum, ada dua isu kita angakt ke DPRD tidak ada isu lain.

“Kami ini pejuang hak-hak buruh, mohon kerjasama pihak DPRD ketika UU Cipta Kerja sudah disahkan di Indonesia itu akan memberikan peluang bagi investor,” ujar Ahmad.

Menurut dia, kami disni perjuangankan hak orang tua kami, yaitu buruh, kami juga sudah sepakat tidak ada tindakan kami yang anarkis.

“Permintaan kami, agar anggota DPRD keluar dan bergabung di luar gedung DPRD berpanas-panasan dengan kami di sini. Ketika UU Cipta Kerja itu sudah sahkan, maka tindak tekanan bagi buruh itu akan semakin terasa,” tutur Ahmad.

Orasi Wandah menyebutkan, pada siang ini kami dua tuntutan mengecam disahkannya UU Cipta Kerja dan dugaan penganiayaan rekan-rekan kami di berbagai temapt saat aksi.

“Kami mengecam atas disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR RI dan tindakan kekerasan oknum kepolisian kepada rekan kami mahasiswa di berbagai daerah di tanah air,” sebut Wandah.

Tanggapan Anggota DPRD Pasangkayu, Yani Pepi Adriani meminta agar para pengunjuk rasa adik mahasiswa tidak terprovokasi dengan kejadian di luar wilayah kita.

“Kami DPRD Pasangkayu tetap berkomitmen mendukung adik-adik mahasiswa untuk menolak Omnibus Law,” tegas Yani.

Perwakilan massa aksi, Riat beriń∑an ucapan salam hormat ke Kapolres Pasangkayu, dan kami ini pemuda Pasangkayu.

“Anggota DPRD tidak ada didepan kita berarti ke mereka bukan anggota DPRD,” ucap Riat.

Perwakilan Buruh, Ibnu menyebutkan, bahwa ketatanegara rancangan Omnibus Law sangat bertentangan konteks Indonesia.

“Secara subtansi sudah manipulasi kawan-kawan, ada beberapa poin sudah dihilangkan pada pasal 50 UU Cipta Kerja,” sebut Ibnu.

Oleh karena itu, Ibnu menyatakan jangan mudah dimanipulasi substansi pada UU Omnibus Law, contoh ada 2 perusahaan di Kabupaten Pasangakayu yakni PT Awana dan PT Toscano tidak adanya kejelasan pengangkatan pegawai tetap.

“UU Omnibus Law bukan saja berdampak ke buruh namun akan berdampak ke semua masyarakat Indonesia. Kami minta membuat petisi anggota DPRD Pasangkayu menolak pengesahan UU Omnibus Law,” ujar Ibnu.

Tanggapan Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu, Alwiaty menyampaikan, sebagai bentuk lembaga ini dengan 1 kata menolak dengan keras UU Omnibus Law dan meneruskan akan aspirasi buruh dan mahasiswa Kabupaten Pasangkayu terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja ke DPR RI.

“Sehubungan hal tersebut, DPRD Kabupaten Pasangkayu menerima aspirasi mahasiswa untuk kami teruskan ke DPR RI,” papar Alwiaty.

Tanggapan Anggota DPRD Pasangkayu, Nasruddin, menjelaskan kita sudah sampai ketika ingin sahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja agar libatkan semua elemen jangan terlalu nafsu mengesahkannya.

“Inilah dinamika terjadi di seluruh Indonesia karena pengesahan Omnibus Law dan aksi di mana-mana,” jelas Lukman. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya