Aliansi Mahasiswa Kota Batam Tolak Omnibus Law

12 October 2020 00:29
Aliansi Mahasiswa Kota Batam Tolak Omnibus Law
Aliansi Mahasiswa Kota Batam dan Aliansi Mahasiswa Kepri unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja di kantor DPRD Jalan Teluk Tering, Kota Batam, Kepri. (Broto Sawasono/Trans89.com)
.

BATAM, TRANS89.COM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Batam dan Aliansi Mahasiswa Kepri dipimpin Muhammad Alfin, Adjie Hardiansyah dan Nandang Lesaman unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja di kantor DPRD Jalan Teluk Tering, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (8/10/2020).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, emergency meeting DPR was a imported (rapat darurat DPR pun diimpor), diam-diam menyusup Omnibus Law pandemi gak diurus, asli gua liat DPR masuk heng.

Massa aksi berkumpul di Pasir Putih Batam Center dan Kapolsek Batam Kota, AKP Buchi menemui massa pengunjuk rasa untuk berkoordinasi agar tidak melakukan aksi depan kantor DPRD Kota Batam, melainkan di lapangan di WTB, namun mahasiswa menolak dan akan tetap melakukan aksi depan kantor DPRD Kota Batam.

Kapolresta, Ketua DPRD dan Dandim 0316 Batam menemui massa pengunjuk rasa dilapangan WTB Batam, namun massa tetap bergerak dari lapanagn WTB menuju depan kantor DPRD Kota Batam dengan melintasi Asrama Haji Batam, dan di hadang oleh aparat kepolisian, sehingga sempat terjadi dorong dorongan dengan aparat kepolisian.

Setibanya massa aksi dan ingin menerobos masuk kantor DPRD Kota Batam, tetapi dihadang oleh pihak kepolisian, sehingga kemblai terjadi aksi dorong.

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, Putra Respationo dan Muhammad Mustofa, menyampaikan kami datang kemari untuk mahasiswa, karena permintaan mahasiswa dan apabila memang kami tidak diijinkan untuk bicara, maka kami minta dirundingkan dulu.

“Apa yang adik-adik mahasiswa sampaikan, silahkan di sampaikan kepada kami, akan kami akomodir dan tampung aspirasi itu,” papar Nuryanto.

Perwakilan mahsiswa mengatakan, Aliansi Mahasiswa Kota Batam hanya mau berbicara depan kantor DPRD dan kami tidak mau dilapangan ini.

“Kami hanya ingin menolak UU Omnibus Law dan mohon aspirasi kami agar didengarkan oleh DPRD, jangan halangi kami ditempat ini, biarkan kami menuju gedung DPRD Kota Batam. Kedatangan kami ke DPRD Batam ingin menyampaikan aspirasi tentang penolakan UU Omnibus Law dan mohon sampaikan aspirasi kami ke pusat,” katanya.

Nuryanto ucapkan terimakasih kepada mahasiswa, dan kami selaku DPRD telah mendengar aspirasi dari para mahasiswa.

“Disini kami hanya melakukan sesuai sistim selaku anggota DPRD Kota Batam, kami akan meneruskan aspirasi dari Aliansi Mahasiswa Kota Batam. Aspirasi yang disampaikan akan kami laporkan langsung ke DPR RI paling lambat tanggal 12 Oktober 2020,” ucapnya.

Selanjutnya Aliansi Mahasiswa kota Batam menandatangani poin tuntutan agar disampaikan ke DPR RI, berisikan menolak dengan tegas UU Omnibus Law Cipta Kerja, mendesak Presiden mengeluarkan Perpu dan menginisiasi legislatife review, meminta DPRD kota Batam menyampaikan aspirasi mahasiswa Kota Batam kepada DPR RI. (Broto/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya