Terjadi Antrian Panjang Kendaraan, Kapolsek Sumarorong Bersama Babinsa di Mamasa Pantau Langsung Perbaikan Jembatan

11 October 2020 16:28
Terjadi Antrian Panjang Kendaraan, Kapolsek Sumarorong Bersama Babinsa di Mamasa Pantau Langsung Perbaikan Jembatan
Hujan deras disertai luapan air sungai Mamasa dan Tombang Bai beberapa hari lalu, akibatkan jabatan penghubung Kabupaten Polman-Mamasa, Sulbar nyaris putus, Kapolsek Sumarorong, Iptu Henrik bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas pantau langsung proses pembenahan jembatan Tombang Bai. (Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Hujan deras disertai luapan air sungai Mamasa dan Tombang Bai beberapa hari lalu, akibatkan jabatan penghubung Kabupaten Polewali Mandar (Polman)-Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) nyaris putus.

Nampak di sisi kiri ujung jembatan jebol terbawah arus sungai, sementara sisi kanan ujung jembatan sementara di benahi dengan cara diberi timbunan tanah serta tulang besi untuk mengantisipasi jebolnya sisi kanan jembatan yang masih terlihat utuh.

Pantaun dilapangan, proses pembenahan darurat berlangsung sekitar 3 jam mengakibatkan kemacetan dan terjadinya antrian panjang kendaraan, baim dari arah Polewali ke Mamasa maupun sebaliknya.

Kapolsek Sumarorong, Iptu Henrik yang memantau langsung proses pembenahan jembatan Tombang Bai, menjelaskan bahwa proses penanganan secara darurat ini guna menghindari kemacetan dan kepadatan kendaraan pelintas yang menuju Mamasa dan Polman.

“Kondisi jembatan Tombang Bai setelah diterjal luapan air sungai memang sangat memprihatinkan. Untuk itu, kami mengimbau para pelintas yang menggunakan kendaran agar tetap berhati-hati saat melintas,” kata Henrik saat memantau perbaikan jembatan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Minggu (11/10/2020).

Selain itu, Henrik juga mengimbau para supir truk yang bermuatan berat agar berkoordinasi dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebelum melintas.

“Hal tersebut dimaksudkan agar volume kendaraan yang bermuatan berat dipastikan dapat melintas atau tidak,” ujar Henrik.

Untuk sementara, sebut Henrik, arus kendaraan dari Mamasa dan Polman masih aman dan lancar, namun tetap waspada.

“Musim hujan seperti sekarang ini sangat memprihatinkan sebab berpotensi akibatkan terjadinya longsor dan banjir bandang,” sebut Henrik.

Untuk itu, ia menyampaikan sebaiknya jika hujan deras turun, kalau bisa rencana melintas di pending dulu.

” Hal itu takutnya ketika hujan deras tiba-tiba ada tanah longsor atau pohon kayu tumbang bisa berakibat fatal,” papar Henrik.

Di tempat yang sama, salah seorang warga, Selle (49) apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada pihak terkait, karena proses penanganan jembatan Tombang Bai tergolong cepat.

“Hari pertama sisi kiri jembatan yang amblas langsung di talud, dan hari ini, Minggu 11 Oktober 2020, dilakukan penimbunan, sehingga kendaraan bermuatan beratpun bisa melintas. Semoga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar sesegera mungkin memperbaiki jembatan ini seperti sedia kala,” harap Selle. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya