Bupati Pasangkayu Desak Balai BWS III Sulawesi Tengah Segera Bangun Penguatan Tebing Sungai Lariang

03 October 2020 01:16
Bupati Pasangkayu Desak Balai BWS III Sulawesi Tengah Segera Bangun Penguatan Tebing Sungai Lariang
Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa mendesak BWS III Sulteng segera membangun tanggul penguatan tebing sungai Lariang, saat meninjau langsung parahnya abrasi sungai Lariang di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Dok. Dinas Kominfo Pasangkayu)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) III Sulawesi Tengah (Sulteng) segera membangun tanggul penguatan tebing sungai Lariang, karena selama ini terjadi abrasi yang disebabkan derasnya arus sungai Lariang yang hulunya di di wilayah Sulteng.

Hal itu disampaikan Bupati Agus saat meninjau langsung parahnya abrasi sungai Lariang di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (2/10/2020).

Di giat tersebut, Bupati Agus didampingi Sekda Kabupaten Paasangkayu Firman, Staf Khusus Mulyadi Saleh, Camat Lariang, Kepala Desa (Kades) Lariang Firman, serta sejumlah anggota DPRD Pasangkayu dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Agus, jika tidak segera di tanggul, maka abrasi akan mengancam memutus jalan desa, dan menghilangkan lahan pemukiman yang dihuni sekira 500 warga.

“Tahun ini sebenarnya ada anggaran pusat untuk pembangunan tanggul di sungai Lariang, tapi di tarik ulang untuk penanganan Covid-19. Tapi tahun depan pemerintah pusat harus menganggarkannya lagi melalui Balai. Abrasi di Desa Lariang ini sudah cukup parah,” kata Agus.

Ia juga mengimbau para pemilik perusahaan tambang pasir di sungai Lariang dan perusahaan PT Astra Agro Lestari (AAL) ikut membantu pembangunan tanggul melalui dana CSR-nya masing-masing.

“Saya berharap perusahaan juga ikut membantu pembangunan tanggul di sungai Lariang ini untuk mencegah terjadinya abrasi,” harap Agus.

Sementara Kades Lariang, Firman mengungkapkan karena belum adanya tanggul perkuatan tebing, setiap tahun desanya menjadi langganan banjir dan semakin memperparah abrasi.

“Paling terdampak setiap terjadi banjirdi Dusun Kalindu yang dihuni sekira 500 jiwa. Kebutuhan tanggul kita disini sekira 1.800 meter. Ini harus segera di bangun, jika tidak Dusun Kalindu terancam lenyap ditelan abrasi,” ungkapnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya