TMMD Kodim 1416 Muna Gelar Penyuluhan Tentang Radikalisme dan Terorisme

01 October 2020 01:48
TMMD Kodim 1416 Muna Gelar Penyuluhan Tentang Radikalisme dan Terorisme
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme, Satgas TMMD ke 109 Kodim 1416 Muna berikan penyuluhan tentang radikalisme dan terorisme yang dilaksanakan di Balai Desa Bone Kancitala, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna, Sultra. (Umar Dhani/Trans89.com)
.

MUNA, TRANS89.COM – Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 109 Kodim 1416 Muna berikan penyuluhan tentang radikalisme dan terorisme yang dilaksanakan di Balai Desa Bone Kancitala, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu(30/9/2020).

Hadir di giat tersebut, Camat Bone Muliono, Penjabata (Pj) Kepala Desa (Kades) Bone Kancitala Siti Marlina, Pasiter kodim 1416 Muna Lettu Arh Syarifudin, Kanit Binmas Polres Muna Aipda Zainal Arifin.

Dalam rangka penyuluhan tentang bahaya radikal dan teroris selaku pemateri Aipda Zainal Arifin, mengatakan aparat desa atau kelurahan harus berhati-hati terhadap pendatang baru atau pendatang asing yang mengajukan permohonan pembuatan KTP dan dokumen lainnya.

“Ini betul-betul harus kita teliti, kalau mungkin mencurigakan silahkan koordinasi atau konfirmasi dengan petugas setempat, bisa dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” kata Zainal

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai berkembangnya kelompok-kelompok radikal yang akan membahayakan stabilitas nasional serta menjadi ancaman serius untuk generasi muda Indonesia khususnya di Desa Bone Kancitala.

“Radikalisme dan terorisme, kedua kata tersebut memang sudah terkenal jelek dalam pandangan masyarakat, baik masyarakat kalangan bawah maupun atas, seakan semuanya telah mengenal sebagai kata yang tidak baik dan perlu di hindari karena berbahaya,” ujar Zainal.

Menurut dia, radikalisme secara epistemologi yaitu kata radikal yang berarti ‘berakar atau mendalam’, untuk sekarang kata radikalisme lebih mengarah kepada kelompok agama yang menyukai kekerasan.

“Radikalisme bisa diartikan sebagai paham atau aliran agama yang menginginkan perubahan baik sosial maupun politik secara drastis dengan kekerasan,” tutur Zainal.

Dirinya menjelaskan, masyarakat yang tidak tahu menahu tentang hal ini akan semakin resah dan tidak tenang karena keamanan mereka terancam.

“Padahal membuat resah dan ketidaknyamanan banyak orang merupakan kegiatan mengganggu tatanan hidup orang banyak. Hal ini menurut hukum negara dan hukum Islam juga tidak benar,” jelas Zainal. (Umar/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya