Cegah Penyalagunaan Narkoba, BNN Sulbar Gelar Raker Sinergi Program Pembardayaan Alternatif dengan Stakeholder di Pasangkayu

30 September 2020 14:52
Cegah Penyalagunaan Narkoba, BNN Sulbar Gelar Raker Sinergi Program Pembardayaan Alternatif dengan Stakeholder di Pasangkayu
BNN Provinsi Sulbar gelar raker dalam rangka sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder di Kabupaten Pasangkayu berlangsung di Kafe Dapur Tanjoeng Jalan Tanjung Alam Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – BNN Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) gelar rapat kerja (raker) dalam rangka sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder di Kabupaten Pasangkayu berlangsung di Kafe Dapur Tanjoeng Jalan Tanjung Alam Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (30/9/2020).

Hadir di giat tersebut, Kepala BNN Provinsi Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Pasangkayu Amelia Anwar, Camat Bambalamotu Darwin, BNN Kabupaten Pasangkayu Andi Nurhadi, Lurah Baras Jumadil, Lurah Bambalamotu Salahuddin, Kabid Fasilitas Ormas dan Oprol Badan Kesbangpol Pasangkayu Muh Syamlan Mallo seta tamu undangan.

Sambutan Kepala BNN Provinsi Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, mengatakan untuk mengantisipasi dan menekan penyebaran penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan melalui pemberdayaan kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas lain yang lebih positif.

“Salah satunya pemberdayaan tanaman alternatif yaitu memanfaatkan tanaman lain yaitu nilam dan lainnya yang bersifat ekonomis,” kata Sumirat.

Menurut dia, narkotika harus dilawan secara bersama-sama, jangan cuma TNI/Polri saja, dan harusnya pemberantasan melalui penyuluhan dan pemberdayaan lebih diutamakan.

“Semua kalangan bekerjasama dalam hal pencegahan narkotika, dengan begitu akan lebih menekan penyalahguaan narkotika,” tutur Sumirat.

Sekdis Kesehatan Pasangkayu, Amelia mengharapkan kepada semua yang hadir tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Semoga dengan pertemuan ini kita lebih bisa menekankan dan mencegah peredaran narkotika di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Pasangkayu,” harapnya.

Kepala BNN Provinsi Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto membuka acara dengan agenda penaganan penyalahgunaan narkoba terakit pencegahan, pembardayaan dan rehabilitasi.

“Sekitar 30 hingga 50 orang di seluruh Indonesia meninggal dunia setiap saat akibat penyalahgunaan narkotika,” ujar Sumirat.

Ia mengungkapkan, adapun penyebaran narkoba yang masuk di Indonesi melalui jalur-jalur tikus di Indonesia dengan menyasar anak-anak dan remaja.

“Narkotika di seluruh dunia ada 892 jenis dan yang sudah masuk di Indonesi 77 jenis. Salah satu narkotika jenis baru yaitu tanaman kratum yang ditemukan di Kalimantan. Kratum itu sudah mulai menyebar ke berapa daerah bahkan sampai ke luar negri,” ungkap Sumirat.

Dirinya mengemukakan, Provinsi Sulbar tercatat pecandu narkoba 2.248 orang terletak dibeberapa daerah di seluruh kabupaten.

“Jalurnya masuk salah satunya melalui negara tetangga kemudian ke Nunukan di Kalimantan Utara dan disebar ke beberapa daerah termasuk di Sulawesi Barat,” urai Sumirat.

Sumirat menjelaskan, dalam penegakan hukum eksekusi mati tidak lagi dilakukan, karena prosesnya panjang.

“Ganja, ekstasi, pil koplo lebih banyak beredar di masyarakat, salah satunya di Majene ditemukan pabrik sabu dan sudah dikirim ke beberapa daerah di seluruh Indonesia. 1 kilogram (kg) sabu bisa digunakan 50.000 orang dan ini sangat berbahaya bagi kita semua serta generasi berikutnya,” jelasnya.

Lanjut Sumirat, adapun jenis baru yang banyak beredar dimasyarakat dan pencegahanya masih sangat sulit di atasi, yaitu obat komox, lem fox, rebusan pembalut wanita, rokok elektrik pave bahaya bisa disisipkan cairan ganja sintetis, balon lampu yang dimodifikasi yang diisi cairan pave, sertum dijadikan serbuk, jamur tai sapi, tanaman pakanangi diserut kemudian disuling hasilnya dikirim ke beberapa negara dan dibuat ektasi.

“Cara mengatasinya, dengan pemberdayaan seperti pembuatan kelompok diskusi dan lain-lain dalam pencegahan peredaran narkoba. Pemberdayaan alternatif seperti tanaman yang lebih bersifat ekonomis yang tidak mengandung narkotika. Dan pemberantasan dilakukan oleh TNI dan Polri,” tambahnya.

Dilanjutkan dialog dan salah satu yang dibahas untuk pembentukan kelompok pemberdayaan masyarakat terkait masalah pengembangan usaha kepada masyarakat dan akan dilakukan pembinaan serta pelatihan agar kegiatan masyarakat lebih bernilai ekonomis dan positif. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya