Paguyuban Pedagang Pasar Besar Tuban Geruduk Kantor Pemkab Tuban, Ini Tuntutannya

29 September 2020 00:26
Paguyuban Pedagang Pasar Besar Tuban Geruduk Kantor Pemkab Tuban, Ini Tuntutannya
Paguyuban Pedagang Pasar Besar Tuban aksi damai di Pasar Besar Tuban dan kantor Pemkab Tuban, Jatim. (Fahmi S/Trans89.com)
.

TUBAN, TRANS89.COM – Puluhan massa dari Paguyuban Pedagang Pasar Besar Tuban dipimpin Ali Wardoyo aksi damai di Pasar Besar Tuban (PBT) dan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur (Jatim), Senin (28/9/2020).

Massa aksi yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Besar Tuban berkumpul di depan proyek bangunan pasar moderen Perbon Jalan Letda Sucipto, kemudian menuju ke Kantor Pemkab Tuban Jalan Raden Ajeng Kartini, Kabupaten Tuban.

Menurut Ali Wardoyo, los, kios, stand PBT musnah karena diratakan dan tanpa pemberitahuan apapun, sekarang akan mulai dibangun dengan konsep yang berbeda.

“Ada hotel, tempat rekreasi, pertokoan moderen yang notabene tidak kami butuhkan, karena yang dibutuhkan adalah pasar untuk bisa usaha yang sesuai dengan kemampuan pedagang,” tutur Ali.

Ia menjelaskan, ketika kasus PBT ini dipersoalkan di Pengadilan, tidak ada perwakilan dari pedagang yang diundang untuk didengar kesaksiannya, kalaupun ada, pihaknya tidak merasa terwakili nota kesepahaman yang telah dibuat antara Pemkab, PT Hutama Karya (HK), user untuk menyelesaikan persoalan PBT juga belum terselesaikan, termasuk pasar tradisional yang dijanjikan oleh Pemkab Tuban.

“Kerugian kami semakin bertambah pada saat pendemi Covid-19 saat ini, sebagian pengembalian uang user yang kami harapkan segera selesai sebagaimana dalam nota kesepahaman malah tidak ada kabarnya,” jelas Ali.

Dirinya menyebutkan, pedagang PBT juga sudah berupaya hearing dengan dewan, berkomunikasi dengan Bupati, Wakil Bupati, Kadis Koperindag juga tidak mendapat hasil yang memuaskan, kami butuh ketegasan, keseriusan, kehadiran pemerintah dalam persoalan ini, sekaligus berharap persoalan PBT selesai sebelum pergantian bupati.

“Kami meminta secepatnya diselesaikan penggantian dana hak user sesuai kesepakatan awal, dan menuntut Pemkab Tuban segera menyelesaikan janji kerohiman bagi eks user PBT berupa pemberian tempat usaha di pasar yang akan segera dibangun dengan pemberian prioritas pembelian dan potongan harga atau diskon sebesar 10% dari harga jual pasar modern,” sebut Ali.

Selanjutnya dilakukan media dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Koperindag Tuban Agus Wiijaya, Kapolsek Tuban Kota AKP Geng Wahono, perwakilan paguyuban pedagang PBT 10 orang dipimpin Ali Wardoyo.

Ali Wardoyo langsung menanyakan kejelasan ganti rugi para pemilik kios PBT yang mana dari jumlah 432 orang baru terbayarkan 193 orang.

“Menuntut biaya kerohiman atas biaya yang telah dikeluarkan oleh PPBT yang sudah bertahun-tahun tidak jelas. Dan meminta agar pihak Pemda Tuban untuk menyampaikan ke PT HK agar untuk pembayaran sudah lunas sampai dengan akhir tahun 2020,” ujar Ali.

Kadis Koperindag Tuban, Agus Wijaya, ucapkan terimakasih atas orasi bapak-bapak yang disampaikan dan sangat memahami masalah ini, dan akan di sampaikan ke pimpinan.

“Dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini, bapak-bapak agar bersabar, karena dampak dari Covid-19 ini sangatlah merugikan bagi bapak-bapak, sehingga pembayaran agak lambat,” ucap Agus.

Lanjut Agus, yang dirugikan bukan bapak-bapak pemilik stand namun Pemkab Tuban juga sangat dirugikan oleh PT HK.

“Pemkab Tuban akan melakukan koordinasi dengan PT Haka dan akan meminta pertanggungjawaban secara tertulis kepada PT HK, agar pembayaran dilaksanakan paling lambat akhir tahun 2020,” tambahnya. (Fahmi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya