Aksi Damai Koalisi Masyarakat Cinta NKRI dan Aliansi Pemuda Surabaya Tolak Deklarasi KAMI

29 September 2020 15:39
Aksi Damai Koalisi Masyarakat Cinta NKRI dan Aliansi Pemuda Surabaya Tolak Deklarasi KAMI
Koalisi Masyarakat Cinta NKRI dan Aliansi Pemuda Surabaya unjuk rasa menolak deklarasi KAMI Jatim, berlangsung di Graha Zabalnur Jalan Jambangan Kebon Agung, Kota Surabaya. (Awin D/Trans89.com)
.

SURABAYA, TTANS89.COM – Koalisi Masyarakat Cinta (KMC) NKRI dan Aliansi Pemuda Surabaya dipimpin Hendro unjuk rasa menolak deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Timur (Jatim), berlangsung di Graha Zabalnur Jalan Jambangan Kebon Agung, Kota Surabaya, Senin (28/9/2020).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, tolak KAMI pembuat gaduh dan tanpa solusi, Indonesia butuh solusi bukan deklarasi, cinta NKRI sama dengan tolak KAMI, Islam milik kita bukan KAMI, hey Gatot Nurmantyo ingat dana hibah Provinsi Jatim 2020, KAMI sama dengan HTI.

Orasi Hendro mngatakan, kehidupan ekonomi, sosial budaya dan tentunya kesehatan selama 6 bulan terakhir tertekan akibat adanya Pandemi Covid -19, bahkan pandemi itu juga melanda seluruh negara di dunia, termasuk gereja, masjid, pura di banyak tempat juga sudah mulai sepi pengunjung.

“Oleh karena itu, dibutuhkan usaha bersama agar permasalahan tersebut bisa teratasi atau ada penyelamatan seluruh bangsa. Ibarat pepatah, semua masalah ada peluang atau memanfaatkan segala kesempatan. Tapi saat ini ada sekelompok yang mengambil kesempatan untuk unjuk gigi serta berlagak pahlawan kesiangan dengan mengatakan sebagai penyelamat,” kata Hendro.

Ia megemukakan, bila dilihat lebih dalam motivasi kelompok yang memakai nama KAMI, lebih sekedar suara mereka yang selama ini disisihkan oleh proses demokrasi, mereka (KAMI) sudah tidak memiliki kendaraan untuk berdemokrasi, sehingga gaya gerakan ala aktivis yang dipakainya, mereka sudah seperti oposisi swasta yang tanpa tujuan.

“Mereka ibarat mau mendaur ulang kesuksesan nama yang sama, dimana pada tahun 1966 Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang sukses menumbangkan orde
lama,” ujar Hendro.

Menurut dia, namun situasi dan kondisi sekarang berbeda dengan tahun 1966, boleh dikata pendauran ulang, ini menunjukkan KAMI miskin kreasi dan inovasi.

“Selain itu, KAMI juga dimasuki oleh beberapa kelompok yang anti NKRI dan kebhinekaan serta intoleran,” tutur Hendro.

Tuntutan massa aksi, Hendro menyampaikan, menolak deklarasi KAMI yang seperti oposisi swasta, apapun pembenarannya.

“Meminta kepada tokoh KAMI untuk mengedepankan nasib bangsa yang dilanda pandemi, bukan malah mengutamakan ambisi pribadi dan golongan. Menolak kembalinya HTI dengan ide khilafahnya,” paparnya. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya