Koalisi Indonesia Tetap Aman dan Arek Surabaya Adalah Kita Unjuk Rasa Tolak Deklarasi KAMI

28 September 2020 17:13
Koalisi Indonesia Tetap Aman dan Arek Surabaya Adalah Kita Unjuk Rasa Tolak Deklarasi KAMI
Koalisi Indonesia Tetap Aman dan Arek Surabaya Adalah Kita unjuk rasa dalam rangka menyikapi rencana kegiatan silaturahmi KAMI Jatim, berlangsung di Gedung Juang 45 Jalan Mayjend Sungkono, Kota Surabaya. (Awin D/Trans89.com)
.

SURABAYA, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari gabungan Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA) dan Arek Surabaya Adalah Kita dipimpin Yanto Banteng dan Edy Firmanto unjuk rasa dalam rangka menyikapi rencana kegiatan silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Timur (Jatim), berlangsung di Gedung Juang 45 Jalan Mayjend Sungkono, Kota Surabaya, Senin (28/9/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, gerakan KAMI adalah perbuatan inskonstitusional dan penghianatan terhadap negara, menentang keberadaan dan deklarasi KAMI di Kota Surabaya, deklarasi KAMI di Surabaya menodai Surabaya sebagai Kota Pahlawan, deklarasi KAMI jangan dikemas seolah gerakan moral karena masyarakat Jatim sudah cerdas dan bermoral.

Orasi Yanto Banteng mengatakan, bahwa gerakan KAMI merupakan suatu gerakan penghianatan terhadap negara, dimana gerakan tersebut dilakukan untuk kepentingan politik, pelacur politik dan gelandangan politik yang haus dan ingin merebut kekuasaan.

“Buat warga Surabaya yang masih peduli, mari kita ganyang KAMI. Di Kota Surabaya adalah kota lahirnya pahlawan, kita lahir dari darah pahlawan bukan darah pengkhianat. Tugas kepolisian menjaga keamanan, tugas kita mengusir KAMI. Mari kita hancurkan jenderal-jendral mangkrak yang haus kekuasaan,” kata Yanto.

Pernyataan sikap dibacakan Edy Firmanto, menyampaikan NKRI dan Pancasila adalah komitmen final dari pendiri bangsa dan tidak tergantikan oleh paham lain, komunisme maupun khilafah.

“Pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf adalah kekuatan konstitusional hasil pilihan rakyat tidak dapat tergoyahkan oleh penghianatan yang berlindung di balik KAMI untuk menggulingkan pemerintahan,” papar Edy.

Ia menyebutkan, KAMI adalah gerakan pelacur-pelacur politik, pecatan dan barisan sakit hati yang berkolaborasi dengan mafia hitam, koruptor dan HTI, dan mendesak TNI-Polri melarang kegiatan silaturrahim atau deklarasi KAMI di Gedung Juang 45 Surabaya termasuk infiltrasi kaum intolerans HTI di Jatim.

“kami mendesak TNI-Polri mengagalkan dan melarang deklarasi KAMI, karena apabila mendapat ijin akan mendapat perlawanan dari warga Surabaya mengingat gedung juang 45 untuk para pahlawan,” sebut Edy. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya