Diduga Rekannya Ditahan, Solidaritas Mahasiswa Makassar Aksi Depan Kampus UIN

27 September 2020 10:27
Diduga Rekannya Ditahan, Solidaritas Mahasiswa Makassar Aksi Depan Kampus UIN
Solidaritas Mahasiswa Makassar unjuk rasa meminta untuk dibebaskannya mahasiswa yang ditanya pada saat aksi Hari Tani Nasional, berlangsung depan Kampus UIN Makassar Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulsel. (Slamet Untung Imam Santoso/Trans89.com)
.

MAKASSAR, TRANS89.COM – Sejumlah mahasiswa dari Solidaritas Mahasiswa Makassar dipimpin Ahmad Aidil Fahri unjuk rasa meminta untuk dibebaskannya mahasiswa yang ditanya pada saat aksi Hari Tani Nasional.

Aksi tersebut berlangsung depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (25/9/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, bebaskan kawan kami, stop tindakan represif polisi, kami bukan binatang yang seenaknya di pukul.

Sekitar pukul 16.52 WITA, peserta aksi membakar 6 buah ban bekas dan menyandera kendaraan truck warna kuning dengan nomor polisi (nopol) DD 8936 RD sebagai panggung orasi.

Selain itu, peserta aksi menutup full separuh ruas jalan dari arah Jalan Sultan Alauddin-Jalan Andi Pangeran Pettarani dengan memasang beberapa portal dengan menggunakan bambu.

Diketahui, enam mahaiswa UIN Alauddin Makassar diduga masih ditahan Polrestabes Makassar, mereka ditahan saat menggelar aksi Hari Tani, Kamis 24 September 2020.

“Enam kawan kami masih ditahan di Polrestabes. Kami meminta Kapolda dan Kapolrestabes untuk segera membebaskan rekan kami yang ditanya saat aksi unjukrasa di Hari Tani Nasional di Kota Makassar. Kami juga menolak Omnibus Law. Kompolnas evaluasi kinerja Kapolrestabes Makassar,” kata Ahmad Aidil Fahri.

Tak lama kemudian, peserta aksi melepas kembali kendaraan yang disandera, namun kembali menyandra kendaraan truck warna hijau dengan nopol DD 8905 NJ, sebagai panggung orasi, dan taka lama kemudian melepasnya.

Peserta aksi kembali menahan kendaraan truck warna hijau dengan nopol DD 8511 CE dan kendaraan peti kemas warna orange dengan nopol DD 8930 RH, kendaraan peti kemas warna coklat dengan nopol DD 8985 AG, sebagai panggung orasi.

Peserta aksi kembali melepas kendaraan yang disandera, dan kembali membakar 4 ban bekas dan menutup full jalan protokol.

Peserta aksi rencana akan melakukan konsolidasi besar-besaran dan akan turun kembali dengan massa yang lebih besar lagi. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya