Peringati Hari Tani Nasional, Aliansi Pemuda Mamasa Aksi Tolak Tambang

24 September 2020 16:59
Peringati Hari Tani Nasional, Aliansi Pemuda Mamasa Aksi Tolak Tambang
Sejumlah massa tergabung di Aliansi Pemuda Mamasa unjuk rasa peringati Hari Tani Nasional ke-60, berlangsung di simpanglima Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Mamasa, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Sejumlah massa tergabung di Aliansi Pemuda Mamasa (APM) dipimpin Arwias unjuk rasa peringati Hari Tani Nasional ke-60, berlangsung di simpanglima Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (24/9/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, refleksi hari tani nasional ke 60 tahun, TLTJ PUS ilegal, tolak UU Omnibuslaw, hak petani.

Orasi Arwias mengatakan, bertepatan dengan Hari Tani Nasional, Aliansi Pemuda Mamasa Kabupaten Mamasa menggelar unjuk rasa sebagai refleksi pada peringatan Hari Tani Nasional.

“Pemuda dan mahasiswa menolak akan adanya tambang logam tanah jarang (TLTJ), menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibuslaw dan menuntut hak petani,” kata Arwias.

Menurut dia, TLTJ kami nilai diduga ilegal, karena izin eksplorasi yang dikeluarkan oleh pihak provinsi (Sulbar) tidak lagi berlaku.

“Menuntut agar tambang TLTJ dibatalkan dan tidak diberikan ruang atau kesempatan untuk beroperasi karena tidak memiliki izin resmi dari pemerintah provinsi (Pemprov) Sulbar,” tutur Arwias.

Ia menyebutkan, atas nama masyarakat Pitu Ulunna Salu (PUS), bersatu menolak adanya rencananya TLTJ yang akan menyisir tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Mamasa.

“Mestinya yang diprioritaskan pemerintah adalah akses jalan dan jembatan, agar kelangsungan ekonomi masyarakat oetani dapat berjalan dengan lancar dalam memaarkan hasil pertaniannya,” sebut Arwias.

Sementara Orasi Baharuddin Bayu, menyampaikan tambang yang masuk di Kabupaten Mamasa, khusus yang ada di wilayah tiga Kabupaten Mamasa, yakni Kecamatan Mambi, Aralle dan Buntu Malangka kami tolak dengan keras.

“Sejumlah daerah di Kabupaten Mamasa memiliki potensi pertanian yang sangat subur jika dikelola oleh pemerintah daerah dengan baik,” papar Baharuddin.

Dirinya menyatakan, TLTJ bukan tidak akan menguntungkan masyarakat, tetapi keuntungan yang akan diraih kecil ketimbang jika tidak masuk di Mamasa, maka keuntungan masyarakat lebih besar jika pemda tidak abai dengan penataan pertanian.

“Jika tambang tetap masuk dalam wilayah tiga Kabupaten Mamasa, maka potensi pertanian tidak akan lagi berkembang puluhan tahun kedepan,” ujar Baharuddin.

Baharuddin mengungkapkan, tentu masyarakat akan menjerit ketika pemerintah tetap memberikan izin kepada pihak perusahaan yang akan melakukan pertambangan tersebut.

“Tambang bukan merupakan solusi bagi masyarakat untuk sejahtera, tapi tambang malah akan membuat kehancuran bagi perkembangan ekonomi dan lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Massa aksi kemudian lakukan audenci bersama Pemda Kabupaten Mamasa, dan diterima oleh Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda, Kepala Badan Kesbangpol Mamasa Ernesto Randan, Asisten I Setda Kabupaten Mamasa Kain Lotong Sembe, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Mamasa Anwar di ruang pola Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mamasa.

Wakil Bupati Marthinus mengatakan, sampai saat ini Pemkab Mamasa masih tetap konsisten bersama dengan masyarakat untuk menolak adanya TLTJ di wilayah Kabupaten Mamasa.

“Bukti penolakan Pemda Mamasa ditandai dengan tidak menerbitkan rekomendasi izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari dinas terkait,” kata Marthinus.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Pemda Mamasa melarang keras adanya sosialisasi yang berkaitan dengan masuknya TLTJ di Kabupaten Mamasa.

“Pemkab Mamasa tidak pernah mengeluarkan surat yang menyepakati bahwa tambang yang akan masuk Mamasa tidak ditolak,” jelas Marthinus.

Lanjut Marthinus, artinya, sampai saat ini Pemkab Mamasa masih bersama-sama dengan rakyat untuk menolak adanya rencana TLTJ di Mamasa.

“Pemda Kabupaten Mamasa telah memerintahkan kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk Dinas Lingkungan Hidup untuk tetap menolak kegiatan penambangan,” tambahnya. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya