Kebakaran Lereng Gunung Agung di Karangasem Bali

24 September 2020 00:22
Kebakaran Lereng Gunung Agung di Karangasem Bali
Kebakaran hutan di lereng Gunung Agung di ketinggian sekitar 800 mdpl, tepatnya di lokasi wilayah hutan lindung Munduk Tukad Gamongan, Dusun Belong, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. (Riski/Trans89.com)
.

KARANGASEM, TRANS89.COM – Terjadi kebakaran hutan lereng Gunung Agung di ketinggian sekitar 800 meter diatas permukaan laut (mdpl), tepatnya di lokasi wilayah hutan lindung Munduk Tukad Gamongan, Dusun Belong, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (23/9/2020).

Kronologi kejadian, sekitar pukul 18.40 WITA, api pertama kali di lihat Bendesa Adat Belong Gamongan, Jero Nyoman Kiter kemudian meloporkan kejadian tersebut kepada Kepala Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Daya, I Gede Arta Susila.

Kepala RPH Daya, I Gede Arta Susila lakukan koordinasi dengan Babinsa, anggota unit intel, dan masyarakat Dusun Belong sambil lakukan pemantauan karena situasi sudah malam hari dan lokasi kebakaran di perkirakan di ketinggian sekitar 800 mdpl.

Penyebab kebakaran dan luas hutan yang terbakar saat ini belum bisa di perkirakan. Dan berdasarkan pemantauan petugas RPH Daya, lokasi kebakaran diperkirakan berada di ketinggian 800 mdpl atau sekitar 1 kilometer (km) dari puncak Gunung Agung. Masyarakat dan petugas belum bisa melakukan mitigasi lantaran kendala medan.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, I Made Warta mengaku sudah melakukan koordinasi dengan otoritas terkait.

“Skema pemadaman sudah direncanakan dengan melibatkan beberapa warga Dusun Belong dan Pucang untuk ikut membantu memadamkan api. Tim rencananya dikerahkan sekitar pukul 05.00 WITA,” ujar Made.

Menurut dia, jika dilihat dari kondisi lahan, kebakaran berpotensi makin meluas, karena itu KRPH Daya sudah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem untuk siaga, serta berharap api tidak cepat meluas.

“Saat ini kami masih pantau. Kami terkendala medan. Lokasi di atas dan sulit dijangkau. Petugas melaporkan terjadi angin kencang di sekitar lereng hingga kaki gunung, sehingga situasi tidak memungkinkan dilakukan pemadaman malam hari. Semoga tidak membahayakan pemukiman warga,” tutur Made.

Ia menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan terpantau berada di titik RTK 8 yang termasuk dalam kompleks hutan Gunung Agung, dimana api pertama dilihat sekitar pukul 18.40 WITA, dan lokasinya berbeda dari lokasi kebakaran lahan yang juga sempat terjadi akhir tahun lalu.

“Ada potensi kebakaran meluas. Namun dilihat dari jarak pemukiman dengan pusat api terpaut jauh sekitar 2 km, sehingga terbilang masih aman. Kondisi seperti ini memang kerap terjadi tiap memasuki bulan September-Nopember. Rencananya kami membuat sekat ilalang untuk memutus agar api tak menjalar lebih luas lagi,” sebut Made.

Sementara Kepala BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa mengakui telah menyiagakan petugas, tapi mitigasi belum bisa dilakukan, karena kendala medan dan kondisi terakhir di lokasi, dan kami masih menunggu evaluasi dari RPH Daya untuk penentuan rencana selanjutnya.

“Untuk penyebab dan luas lahan yang terdampak belum diketahui. Tapi berdasar laporan RPH, angin bertiup kencang dari siang hari. Api cukup besar dengan posisi berada di lereng gunung menyebar ke arah barat, timur, dan selatan,” punkas Ida. (Riski/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya