Aceh Barat Daya Kembali di Landa Banjir, 25 Rumah di Kedai Manggeng Terendam

23 September 2020 22:33
Aceh Barat Daya Kembali di Landa Banjir, 25 Rumah di Kedai Manggeng Terendam
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air meningkat melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya, akibatnya sejumlah kecamatan dilanda banjir. (Aljawahir/Trans89.com)
.

ACEH BARAT DAYA, TRANS89.COM – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air meningkat melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), akibatnya sejumlah kecamatan dilanda banjir, Selasa (22/9/2020).

Warga Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, Syahrul, mengatakan hujan deras yang melanda Abdya sejak siang hari ini sudah merendam puluhan rumah warga.

“Dalam tahun ini di Kabupaten Abdya sudah tiga kali alami bencana banjir,” ungkap Syharul, Rabu (23/9/2020).

Menurut dia, terlihat sejauh ini rumah warga yang terendam banjir di gampong (desa) kami kurang lebih 25 rumah, air masuk ke rumah warga berasal dari sungai Krueng Manggeng dengan ketinggian rata-rata 40 centimeter (cm).

“Banjir kali ini hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Abdya terendam, mulai dari Lembah Sabil hingga Susoh dan menyebabkan ratusan rumah masyarakat di Kabupaten Abdya terendam banjir,” tutur Syahrul.

Selain itu, kata Syarul, Bumoe Breuh Sigupai ini tepat di Kecamatan Babahrot Gunong Samarinda juga dilanda musibah tumbang pohon besar yang menutup arus lalulintas.

“Itu merupakan jalan nasional antara perbatasan Kabupaten Abdya dengan Nagan Raya hingga menyebabkan kemacetan panjang,” kata Syahrul.

Release Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Abdya sejauh ini menyebutkan bahwa kecamatan yang dilanda banjir, yakni Kecamatan Blangpidie, Susoh, Setia, Tangan-Tangan, Manggeng, dan Lembah Sabil.

“Laporan sementara yang sudah kita terima cuma itu, karena saat ini tim kita masih di lapangan untuk melakukan pendataan wilayah yang terdampak banjir,” ungkap Kepala BPBD Abdya, Amiruddin.

Ia menjelaskan, data tersebut bisa saja berubah seiring dengan penambahan data yang nantinya dikumpulkan oleh tim di lapangan.

“Air yang memasuki rumah warga ketinggiannya bervariasi dengan perbedaan tiap wilayah,” demikian Amiruddin. (Alja/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya