WAPSI Mandar Hibur Korban Bencana Kebakaran Sekaligus Lakukan Penggalangan Dana

22 September 2020 15:37
WAPSI Mandar Hibur Korban Bencana Kebakaran Sekaligus Lakukan Penggalangan Dana
WAPSI meluangkan waktunya berkunjung ke rumah korban untuk turun ke lokasi menghibur para korban kebakaran sekaligus lakukan penggalangan dana di Dusun Tabassala, Desa Lembang-lembang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman, Sulbar. (Tadius Sarrin-Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Seperti diketahui, beberapa bulan yang lalu warga di wilayah Dusun Ta’bassala mengalami bencana kebakaran rumah, dan kini terjadi lagi, si jago merah kembali melahap habis 8 rumah pemukiman warga setempat, kesedihan yang sangat mendalam itu di rasakan masyarakat disana.

Atas kejadian tersebut, Wadah Artis Penyanyi dan Musisi Mandar Sulbar Indonesia (WAPSI) turut merasakan kesedihan itu, sehingga mereka berinisiatif meluangkan waktunya berkunjung ke rumah korban untuk turun ke lokasi menghibur para korban kebakaran di Dusun Tabassala, Desa Lembang-lembang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (21/9/2020) malam.

Sejumlah musisi dan artis daerah serta artis nasional yang tergabung dalam WAPSI menghibur warga ditengah kesedihan dan prihatin masyarakat Ta’bassala.

WAPSI spontan kompak untuk turun lapangan menghibur masyarakat tersebut serta aksi turun kejalan menyanyi dengan maksud menggalang dana untuk korban bencana kebakaran di Ta’bassala dan Saleppa.

“Peristiwa kebakaran di Ta’bassala bulan Agustus 2020 lalu mengharuskan 7 rumah warga,” kata Anggota WAPSI, Adil Tambono.

Menurut dia, kita turun menghibur masyarakat korban si jago merah merupakan wujud kepedulian dan prihatin terhadap sesama anak bangsa.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dapat mengurangi kesedihan saudara-saudara kita yang tertimpah musibah. Selain itu, perlu kita mengutamakan sikap kepekaan dalam diri ketika ada sesama mengalami musibah. WAPSI ini bukanlah tempat bisnis,” tutur Adil.

Sementara Kepala Desa (Kades) Tangan Baru, Ahmad, mengatakan bahwa acara ini hampir batal, sebab ada orang-orang tertentu yang melarang, tetapi masyarakat perlu ketahui bahwa itu semua bukan berarti kita dilarang atau di benci, tapi itu hanya semata karena dia sayang sama kita semua.

“Maka dari itu, marilah kita semua yang hadir di acara ini dengan Thema “Merajut Cinta Bersama kita patuhi protokol kesehatan, yaitu pakai Masker dan tetap Jaga Jarak”.

Salah seorang masyarakat Desa Lembang-Lembang yang tidak ingin disebukan menjelaskan, kehadiran WAPSI ditengah-tengah masyarakat Ta’bassala dengan tujuan menghibur warga yang tertimpa bencana kebakaran beberapa bulan lalu.

“Saya pribadi sangat mendukung kehadiran para artis daerah dan nasional pada umumnya yang tergabung dalam WAPSI, karena sudih untuk turun ke lokasi menghibur masyarakat, terlebih lagi atas aksi turun jalan menggalang dana seraya melantunkan lagu-lagu,” jelasnya.

Pelantun lagu ‘Mipassolo Diangang’ yang merupakan Ketua WAPSI, Shale AS diakhir acara WAPSI louncing ditandai dengan pelepasan balon ke udara didampingi Kades Tangan Baru Ahmad Tamma, bersama pelantun lagu ‘Tania Paelota’ Sudirman A Kasim bertuliskan WAPSI Mandar Sulbar.

Sudirman A Kasim pemilik Jumantara Production atau yang paling dikenali pada saat ini Lurah Manding, mengatakan WAPSI turun menghibur masyarakat Ta’bassala ini sebagai wujud kepedulian kami ingin selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, dan hal ini merupakan bukti bahwa WAPSI sangat prihatin ke warga atas cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.

“Semoga hiburan yang kami suguhkan pada malam ini dapat bermanfaat bagi korban serta bisa sedikit membantu mengurangi kesedihan dan diberi kesabaran dan kekuatan serta secepatnya ada gantinya. Insya Allah ada hikmah dibalik semua ini,” ungkap putra bungsu almarhum Letnan A Kasim.

Turut hadir pada acara tersebut, Kades Syahril, tokoh masyarakat, agama dan Kepala Dusun (Kadus) Ta’bassala. Sementara itu, pihak korban sangat senang atas kehadiran WAPSI.

“Terima kasih banyak atas semuanya, semoga hiburan ini berkah dan bernilai ibadah, Amin,” ucapnya.

WAPSI dalam mewujudkan bukti kepedulian terhadap sesama, rela menyita waktunya yang tidak sedikit itu untuk bisa bersentuhan langsung dengan para korban kebakaran di Ta’bassala dan Saleppa.

Disamping itu, aksi turun ke jalan untuk penggalangan dana sambil menyumbangkan suara merdu mereka, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Hadir pula, pelantun lagu Malotong Mammis-Saleh AS, Pepasang Dimata Allo-Badri Rahman, Tisembur Bunga-Bunga-Feat Fajria Ekko-Nadi Baraka, selain dikenali sebagai penyanyi Mandar juga dikenal dikalangan artis Nasional yang kini mulai naik daun Mandar Mahesta yakni Nadi Baraka, dan pelantun lagu Tania Pa’elo’ta-Sudirman Kasim yang kini menjabat sebagai Kepala Kelurahan Manding, pelantun lagu To Mane Pole-Iis Gazali, lagu Lolong Wai Sara-Anto S, Adil Tambono-Koordinator WAPSI, Jimz selaku Bendahara WAPSI dan anggota WAPSI lainnya.

Kegiatan yang dilakukan WAPSI berlangsung di 3 titik dengan durasi waktu yang cukup panjang disetiap lokasi yang dituju. Titik aksi tersebut yaitu pusat pertokoan Majene, Taman Sandeq Sabang Subik, dan Lampu merah pasar Tinambung.

“Meskipun di Tinambung itu merupakan titik terakhir dari aksi solidaritas kami ini, tetapi kita tetap melihat situasi. Maksudnya, jika aksi WAPSI ini masih dibutuhkan dalam hal penggalangan dana, kita akan upayakan untuk mencari serta menambah titik aksi yang lebih banyak lagi,” ujar koordinator WAPSI, Adil. (AWT/Tadius)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya