Satu Bulan Jurnalis Demas Terbunuh, AMSI Pertanyakan Kinerja Aparat

21 September 2020 16:00
Satu Bulan Jurnalis Demas Terbunuh, AMSI Pertanyakan Kinerja Aparat
Asosiasi Media Siber Indonesia. (IST)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Genap satu bulan terbunuhnya jurnalis Sulawesion.com, Demas Laira, hingga kini kerja polisi belum menunjukkan progres bisa mengungkap motif dan pelakunya.

Padahal, Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Irjen Pol Budi Sampurno pernah mengatakan akan segera mengeskspose hasil penyelidikan polisi.

Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Demas Laira dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meminta kepolisian memberikan penjelasan kepublik terkait proses penyidikan kasus Demas Laira.

“Kami mendesak kepolisian untuk menyampaikan perkembangan penyidikan yang dilakukan atas terbunuhnya Demas Laira. Kasus ini terkesan dibiarkan tanpa adanya kejelasan padahal kita menunggu kerja nyata kepolisian atas masalah ini,” kata Anhar melalui rilis tertulisnya di Mamuju, Senin (21/9/2020).

Ketua TPF, Anhar mendesak Polres Mamuju Tengah (Mateng) dan Polda Sulbar tidak membiarkan kasus Demas Laira berlarut-larut dan dapat memberikan informasi perkembangan pengusutannya.

“Kasus ini telah menjadi perhatian nasional bahkan internasional, dan semua menunggu perkembangan pengusutannya, ini akan menjadi catatan publik atas kerja kepolisian untuk bisa mengungkap motif dan pelakunya,” tegas Anhar.

Hal yang sama dipertanyakan Supardi Bado, Pemimpin Redaksi Sulawesion.com. Menurutnya, hingga saat ini belum ada progres atas kasus pembunuhan tersebut, padahal sudah satu bulan lebih satu hari demas terbunuh.

“Kami selaku pimpinan media Demas bekerja mempertanyakan kinerja aparat kepolisian. Kok hingga saat ini tidak ada perkembangan apa-apa. Pihak Polres dan Polda terkesan diam ketika dikonfirmasi. Telepon dan pesan Whatsapp tidak ditanggapi, ini ada apa?,” ujar Supardi.

Ia menyebutkan, satu pekan pasca kejadian tersebut, Kapolres Mateng AKBP Muhammad Zakiy mengatakan, barang bukti berupa sepatu dan CCTW telah dikirim ke Laboratorim Forensik Makassar.

“BB Demas sudah dibawah ke Laboratorium Forensik Makassar, tapi sampai saat ini tidak ada kabar seperti apa hasilnya,” sebut Supardi.

Diketahui, Demas Laira (28) Jurnalis media siber Sulawesion.com ditemukan tewas bersimbah darah di jalur Trans Mamuju Palu Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kamis (20/8/2020) dini hari. Dia ditemukan oleh seorang sopir yang saat itu melintas dengan 17 luka tusukan.

Tim Pencari Fakta AMSI

Meninggalnya Demas Laira, pada Kamis 20 Agustus 2020, AMSI sebagai organisasi bernaungnya media online Sulawesion.com, tempat bekerja korban, membentuk TPF untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi sebanyak mungkin, serta akan terus mencermati perkembangan penanganan kasus kematian Demas Laira.

TPF dipimpin oleh Anhar, Ketua AMSI Wilayah Sulawesi Barat bersama Agust Hari Ketua AMSI Sulawesi Utara, Erwin Bahar Ketua AMSI Sulawesi Selatan serta Supardi Bado Pemimpin Redaksi Sulawesion.com.

Supardi juga ikut terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) bergabung dengan rekan-rekan AMSI Sulawesi Barat.

Tim ini dibackup anggota AMSI Sulawesi Barat dan juga organisasi dan individu lain yang mau bergabung, disupervisi Upi Asmaradhana.

Selain pengumpulan fakta di lapangan, TPF juga membuka posko aduan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait korban. Posko ini untuk menampung informasi-informasi.

Posko terletak di Kantor AMSI Wilayah Sulbar, Jalan Soekarno-Hatta (cafe Almira) depan SMA 2 Mamuju, Sulbar. Atau dapat melalui whatsapp di no 085379453003 (Ketua AMSI Sulbar). (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya