Aliansi Mahasiswa Aceh Masih Tetap Menunggu Realisasi Poin Tuntutan Dari DPRA

18 September 2020 17:44
Aliansi Mahasiswa Aceh Masih Tetap Menunggu Realisasi Poin Tuntutan Dari DPRA
Aliansi Mahasiswa Aceh saat aksi di kantor DPRA beberapa waktu lalu. (Aljawahir/Trans89.com)
.

BANDA ACEH, TRANS89.COM – Ada hal urgensi hari ini yang harus diprioritaskan oleh pemerintah Aceh selama masa pandemi Covid-19 yaitu sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) menuntut Pelaksanatugas (Plt) Gubernur Aceh untuk mempublikasikan anggaran Covid-19 baik yang diperoleh dari hasil refocusing maupun biaya tak terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2020 dan beberapa poin lainnya.

AMA juga telah melakukan aksi sebanyak tiga kali, dimulai pada 1 September 2020 di kantor gubernur, namun Plt Gubernur Aceh tidak terjun dan tidak mengirimkan perwakilan untuk menjumpai massa aksi.

Kemudian pada 8 September 2020, AMA kembali melakukan aksi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang menuntut DPRA untuk segera menghadirkan Plt Gubernur Aceh dalam jangka waktu 2×24 jam mempertanggung jawabkan dan merealisasikan semua poin tuntutan AMA.

DPRA menyambut baik tuntutan mahasiswa dan menyanggupi untuk menghadirkan Plt Gubernur Aceh dalam jangka waktu 2×24 Jam dengan menandatangani tuntutan AMA.

Pada 10 September 2020 bertepatan dengan 2×24 Jam yang dijanjikan oleh DPRA, AMA kembali melakukan aksi di kantor DPRA untuk menagih janji DPRA yang menyanggupi menghadirkan Plt Gubernur Aceh, namun DPRA tidak menepati janji karena tidak berhadirnya Plt Gubernur Aceh pada waktu yang telah dijanjikan.

AMA menyatakan bahwa DPRA tidak mampu melaksanakan fungsi serta wewenang untuk memanggil Plt Gubernur dan jelas bahwa DPRA telah gagal menjadi lembaga perwakilan rakyat dan membiarkan Plt Gubernur yang acuh tak acuh atas kondisi yang terjadi.

“Sampai dengan hari ini, Plt Gubernur Aceh sama sekali belum menghiraukan hal urgensi yang tercantum dalam poin tuntutan AMA,” kata Dede salah satu fungsionaris AMA di Banda Aceh, Jumat (18/9/2020).

Menurut Dede, walaupun pemerintah Aceh telah mentransfer dana intensif untuk tenaga medis, namun sampai hari ini belum ada publikasi kepada masyarakat, baik di media cetak ataupun online tentang alokasi anggaran tersebut.

“Selain itu, pemerintah juga masih tutup mata dalam menangani sektor pendidikan dan sektor ekonomi dalam masa pandemi, begitu juga belum meratanya fasilitas kesehatan di seluruh daerah di Aceh. Untuk itu, AMA tetap konsisten dan tidak akan berhenti memperjuangkan sampai semua poin tuntutan yang telah disuarakan terealisasi,” tutur Dede. (Alja/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya