Kelompok Usaha Binaan PT Pasangkayu Manfaatkan Limbah Kelapa Sawit Bernilai Ekonomis

15 September 2020 02:30
Kelompok Usaha Binaan PT Pasangkayu Manfaatkan Limbah Kelapa Sawit Bernilai Ekonomis
Kelompok usaha Jaya Makmur merupakan kelompok usaha binaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasangkayu bersama dengan PT Pasangkayu budidaya jamur merang dapat kunjungan dari KLHK. (Ansar/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Kata limbah, sebagian masyarakat mungkin menganggapnya sesuatu yang tidak bermanfaat atau tidak memiliki nilai.

Tapi ditangan-tangan orang yang terampil dan mempunyai kreativitas tau daya cipta, limbah bisa menjadi sesuatu yang sangat bernilai harganya.

Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Pakawa yang membuat suatu kelompok usaha bernama Jaya Makmur memanfaatkan limbah dari kelapa sawit menjadi olahan makanan serta bio gas.

Kelompok usaha Jaya Makmur merupakan kelompok usaha binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasangkayu bersama dengan PT Pasangkayu anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk Grup Area Celebes.

Baru-baru ini tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasangkayu berikan penyuluhan tentang pembudidayaan jamur merang yang tumbuh pada tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang merupakan suatu limbah dari proses pengolahan kelapa sawit di pabrik PT Pasangkayu kepada kelompok masyarakat yang tergabung di usaha Jaya Makmur di Desa Pakawa, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (11/9/2020).

Hadir di giat penyuluhan budidaya jamur tersebut, Staf Kinerja Pengelolaan Limbah Agroindustri KLHK Basuki Rachmat dan Renward Siahaan, Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup (PPLH) Kabupaten Pasangkayu Muhammad Tauhid, Community Development Officer (CDO) PT Pasangkayu Offier Paat, dan Safety Healty and Environment (SHE) PT Pasangkayu Nazar al Haddad Samosir, serta Ketua Kelompok usaha Jaya Makmur Hardang.

Dalam pembudidayaan jamur yang telah dilakukan kelompok usaha Jaya Makmur, telah menghasilkan beberapa produk dari pengolahan TKKS tersebut, diantaranya abon jamur, kripik jamur dan bio gas yang digunakan oleh warga sekitar.

Selaku Ketua Kelompok Usaha Jaya Makmur, Hardang ucapkan terima kasih kepada DLH Pasangkayu yang telah memberikan pembinaan kepada masyarakat, dan PT Pasangkayu yang sudah membantu memberikan TKKS sebagai bahan baku pembudidayaan jamur.

“DLH juga sudah memberikan penyuluhan dan pembinaan, serta kunjungan secara rutin untuk memantau secara dekat dan melihat perkembangan pengelolaan budidaya jamur dan bio gas, juga telah mendampingi kami dalam pengelolaan pembudidayaan jamur ini,” ucap Hardang.

Menurut dia, tidak hanya TKKS sebagai bahan baku, PT Pasangkayu juga membantu untuk bahan dasar utama yaitu berupa kapur dolomit dan pupuk organik yang digunakan untuk pembudidayaan jamur.

“Termasuk bantuan secara materi untuk modal produksi usaha kami. Hasil produksi kami yaitu abon jamur dan kripik jamur kami titip di koperasi PT Pasangkayu dan itu sangat membantu prekonomian kami selama pandemi Covid-19,” terang Hardang. (Ansar/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya