Polres Pasangkayu Tetapkan Lima Tersangka Dugaan Tipikor Pengadaan Bibit Sawit Disbun Sulbar

11 September 2020 17:26
Polres Pasangkayu Tetapkan Lima Tersangka Dugaan Tipikor Pengadaan Bibit Sawit Disbun Sulbar
Wakapolres Pasangkayu, Kompol Ade Chandra bersamaKasat Reskrim, AKP PanduArief Setiawan gelar konfrensi pers di Aula Mapolres Pasangkayu Jalan Ir Soekarno, Salunggadue, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Humas Polres Pasangkayu)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Unit Tindak Pidan Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Pasangkayu laksanakan pengungkapan kasus dugaan Tipikor pengadaan bibit unggul kelapa sawit pada Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tahun anggaran 2013.

Hal tersebut disampaikan langsung Wakapolres Pasangkayu, Kompol Ade Chandra CY dalam keterangan persnya dihadapan awak media, di Aula Mapolres Pasangkayu Jalan Ir Soekarno, Salunggadue, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Jumat (11/9/2020).

Ade menyebutkan, tahun 2013 Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar melaksanakan pengadaan bibit kelapa sawit kegiatan bibit unggul dengan anggaran Rp2.247.774.000 yang bersumber dari APBD perubahan Dinas Perkebunan Sulbar.

“Pada tahap pelaksanaan pekerjaan tersebut, tidak dilaksanakan sesuai petunjuk tekhin (juknis) dan penyaluran bibit kelapa sawit tidak sesuai kontrak,” sebut Ade.

Ia mengungkapkan, seharusnya penyalurannya berjumlah 44.720 batang biit kepada penerima, namun hanya direalisasikan sebanyak 17.890 batang biit kepada kelompok tani untuk yang ada di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

“Adapun kelima tersangka yakni, HS (48), HM (43), SP (59), AP (55) dan MI (40) akan menjalani proses hukum sesuai dengan perbuatannya. Dengan barang bukti (BB) yang disita adalah uang sebesar Rp40.000.000, beberapa dokumen, surat kuasa, buku tabungan milik tersangka, rekening koran dan SK pejabat yang terkait kegiatan, dan lain-lain,” ungkap Ade.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, AKP Pandu Arief Setiawan, mengungkapkan bahwa pejabat yang berwenang pada saat itu melakukan perbuatan menyalahgunakan wewenang, dimulai dari proses penentuan pemenang lelang.

“Termasuk proses pencairan yang tidak sesuai mekanisme serta tidak melakukan pengawasan saat kegiatan pengadaan dilaksanakan,” ungkap Pandu.

Dirinya menyampaikan, dari kelima tersangka tersebut secara bersama-sama dengan peran masing-masing melakukan perbuatan melawan hukum mulai tahap perencanaan, penentuan pemenang lelang, pencairan dana, pelaksanaan pengadaan, sampai tahap pengawasan yang tidak dilaksanakan.

“Akibat perbuatan tersebut, negara dirugikan sebesar Rp912.220.000 sesuai hasil audit perhitungan kerugian negara dari BPKP perwakilan Sulbar,” papar Pandu.

Lanjut Pandu, untuk itu, tersangka kami jerat dengan pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

“Ancaman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp200.000.000 dan paling banyak Rp1.000.000.000,” tambahnya. (Ndi)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya