Sejumlah Proyek di Balai Sulawesi III Satker SNVT PJPA Sulbar Diduga Bermasalah, Muslim Berharap Mendapat Perhatian Dari Kejati

10 September 2020 02:31
Sejumlah Proyek di Balai Sulawesi III Satker SNVT PJPA Sulbar Diduga Bermasalah, Muslim Berharap Mendapat Perhatian Dari Kejati
Kantor Balai Sulawesi III Satker SNVT PJPA Sulbar Jalan Martadinata, Kabupaten Mamuju, Sulbar. (Ist)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Pelaksana mega proyek puluhan miliar yang dikelola Balai Sulawesi III Satuan Kerja (Satker) PJPA di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar (Polman) tahun 2019 dan 2020 serta proyek multi years irigasi Tommo dan Kalukku di Kabupaten Mamuju diduga adalah grup yang sama, yakni group perusahaan yang berpusat di Kota Makassar dan Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Lembaga Anti Korupsi (LAK) Sulawesi Barat (Sulbar) kian gerah terhadap sikap Balai Sulawesi III Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) WS Kalukku-Karama dan WS Palu-Lariang Sulbar, sepertinya enggan menanggapi adanya dugaan temuan dilingkup kerjanya sebagaimana yang disampaikan lembaga penggiat anti rasuah di Sulbar.

Karena itu, LAK Sulbar kembali membeberkan perkembangan seputar investigasi yang dilakukan tim kerjanya yang mensinyalir adanya hubungan khusus antara oknum pihak Balai dengan oknum kelompok kontraktor pelaksana yang sepertinya melenggang mulus dalam mendapatkan sejumlah proyek bernilai ratusan milyar di Balai Sulawesi III Sulbar.

Ketua LAK Sulbar, Musli Fatillah Azis, mengatakan kepada awak media, pihaknya semakin yakin jika intitusi pemerintah ini telah masuk angin dan sepertinya mengamini kelakuan oknum kontraktor pelaksana proyek yang diduga menyebabkan kualitas pekerjaan menurun karena orientasi keuntungan besar, sementara asas manfaat jauh dari yang diharapkan.

“Kecurigaan kami, jika kontraktor pelaksana terksesan berani, karena ada oknum yang membantu, sehingga praktis tidak dapat tersentuh,” kata Muslim di Mamuju, Rabu (9/9/2020).

Ia mengemukakan, akan melayangkan laporan sejumlah temuan proyek yang diduga bermasalah ini ke aparat penegakan hukum (APH) Kejaksaan Tinggi (Kejati) maupun ke Kejaksaan Agung (Kejahung) RI.

“Proyek tersebut diantaranya adalah peningkatan rehabilitasi saluran sekunder Tumpiling dan Sumberejo Kabupaten Polman melekat di Balai Sulawesi III Satker SNVT PJPA Sulbar, khususnya PPK Irigasi dan Rawa II sumber dana SBSN tahun 2020 yang dilaksanakan oleh PT Dyan Nugraha Saotanre dengan nilai kontrak awal Rp39.2 miliar dan mengalami penyesuaian nilai kontrak menjadi Rp10 miliar,” ujar Muslim.

Selain itu, kata Muslim, proyek peningkatan tambak Kalukku-Papalang tahun 2019 (lanjutan) yang dilaksanakan oleh PT Putra Kencana dengan sumber anggaran SBSN-APBN tahun 2019 senilai Rp9,89 miliar yang meliputi pekerjaan saluran primer, pekerjaan saluran drainase tambak, peningkatan jalan produksi, pekerjaan jembatan beton dan kayu, pekerjaan dawetering serta pekerjaan pintu saluran air tambak yang diketahui sejumlah item tidak dikerjakan.

“Kami dari LAK Sulbar akan tetap konsisten mengawal kasus ini hingga tuntas, dan berharap agar temuan ini segera mendapat perhatian dari APH khususnya dari pihak Kejati Sulbar,” imbuh Muslim. (Tim)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya