PT TSL Lakukan Penanaman 5.000 Pohon Mangrove, Eka: Dapat Mencegah Pemanasan Global

06 September 2020 00:28
PT TSL Lakukan Penanaman 5.000 Pohon Mangrove, Eka: Dapat Mencegah Pemanasan Global
PT TSL lakukan penanaman bibit mangrove di wilayah kerjanya di pelabuhan Tanjung Bakau Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Sebagai bentuk kepedulian dalam pelestarian lingkungan serta menjaga eksosistem di pesisir pantai, PT Tanjung Sarana Lestari (TSL) lakukan penanaman pohon mengrove atau bakau.

PT TSL sendiri merupakan anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk Grup Area Celebes 1 (C1), lakukan penanaman bibit mangrove di wilayah kerjanya di pelabuhan Tanjung Bakau Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (5/9/2020).

Kegiatan penanaman pohon mangrove dipimpin langsung Plant Maneger atau Administratur (ADM) PT TSL, Eka Prasetyawan beserta jajarannya sebanyak 5.000 pohon bibit mangrove.

Eka mengatakan, ini sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem, dimana beradaan ekosistem mangrove terbilang cukup penting khususnya bagi kawasan pesisir, baik sebagai benteng pertahanan terhadap resiko bencana maupun sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan industri pariwisata kedepannya.

“Tanaman bakau berfungsi utama sebagai pencegah abrasi dan erosi di kawasan pantai. Ekosistem mamgrove juga menjadi tempat hidup biota laut dan satwa disekitar area PT TSL,” kata Eka.

Menurut dia, kegiatan menanam mangrove juga bertujuan untuk memperbaiki lahan agar hijau kembali, dan Keberadaan ekosistem mangrove memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan.

“Salah satu manfaatnya, mencegah erosi pantai agar tidak tergerus atau terjadi abrasi yang dapat mengancam lingkungan, sebab erosi lahan atau permukaan tanah yang disebabkan oleh hempasan ombak laut, dan salah satu cara mencegah terjadinya erosi dan abrasi dibutuhkan sesuatu yang kuat sehigga kita membutuhkan tanaman mangrove ini sebagai pelindung,” tutur Eka.

Oleh sebab itu, Eka menyebutkan, penanaman mangrove diyakini mempunyai sistem perakaran yang sangat kuat, sehingga mampu meredam energi gelombang laut yang terjadi.

“Selain itu, keberadaan tanaman mangrove dapat menahan arus serta sedimen yang di bawa oleh gelombang laut. Ekosisten mangrove dapat tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai. Kehidupannya dipengaruhi oleh pasang surut air laut,” sebut Eka.

Ia menerangkan, ekosistem mangrove juga salah satu tempat yang paling nyaman untuk beberapa jenis mahluk hidup dan organisme.

“Seperti spesies seperti udang, ikan dan kepiting banyak berkembang di kawasan tanaman mangrove sebagaimana diketahui beberapa mahluk hidup tersebut cukup bermanfaat sumber nutrisi dan makanan yang penting untuk kesehatan,” terang Eka.

Namun tak kalah pentingnya, Eka mengungkapkan, tanaman mangrove dapat mencegah pemanasan global memang menjadi ancaman yang sangat serius untuk alam dan manusia, dan salah satu cara untuk mencegah atau mengurangi dampak pemanasan global adalah dengan mengembangkan kawasan ekosistem mangrove.

“Tanaman mangrove juga memiliki nilai guna sebagai salah satu penopang pemanasan dari perairan laut. Pemanfaatan ekosistem pesisir untuk karbon biru sebagai bentuk upaya untuk mengurangi emisi karbondioksida yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan,” ungkapnya. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya