HMI Polman Unju Rasa Menggugat Keadilan Anggaran, Jufri: Pembahasan KUA PPAS Masih Berlangsung dan Belum Final

05 September 2020 01:57
HMI Polman Unju Rasa Menggugat Keadilan Anggaran, Jufri: Pembahasan KUA PPAS Masih Berlangsung dan Belum Final
HMI Polman unjuk rasa menggugat keadilan anggaran dan cegah KUA PPAS APBD Kabupaten Polman sebelum disahkan depan kantor bupati Jalan Manunggal dan di Jalan Ahmad Yani depan Hotel Sinar Mas, Kabupaten Polman, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Polewali Mandar (Polman) unjuk rasa dipimpin M Ridwan menggugat keadilan anggaran dan cegah KUA PPAS APBD Kabupaten Polman sebelum disahkan depan kantor bupati Jalan Manunggal dan di Jalan Ahmad Yani depan Hotel Sinar Mas, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (3/9/2020).

Orasi M Ridwan mengatakan, saat ini kami melihat pembangunan di wilayah Kabupaten Polewali Mandar masih banyak kesenjangan, hal tersebut dikarenakan pemda hanya fokus membangun di Kecamatan Polewali, dimana sekolah-sekolah yang ada di kecamatan lainnya masih banyak yang tidak layak untuk digunakan.

“Kami mengharapkan adanya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Polewali Mandar guna terwujudnya keadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Polman,” kata Ridwan.

Menurut dia, kami sangat prihatin terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Polman, dikarenakan minimnya pendapatan yang diterima oleh tenaga kesehatan, mengingat ditengah pandemi Covid-19, tenaga kesehatan sangat dibutuhkan.

“Oleh karena itu, harapan kami kedepannya tenaga kesehatan harus lebih mendapatkan perhatian yang selayaknya,” tutur Ridwan.

Ia mengemukakan, adanya temuan HMI Polman terkait perencanaan program Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman tentang pelayanan biaya tranfusi darah 100 kantong dengan anggaran Rp900.000.000, sementara diketahui secara bersama bahwa pengadaan 1 kantong darah dan transfusi darah hanya berkisar di angka ratusan ribu rupiah.

“Memberikan warning terhadap anggota DPRD di dalam melakukan penguraian pembahasan terhadap KUA PPAS yang kami tengarai mengandung program-program yang tidak rasional dan tidak berkeadilan, dengan presentasi belanja operasional diangka satu triliun tujuh miliar lebih atau diangka 75%, sedangkan belanja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat hanya di angka 24% atau sekitar Rp400 miliar lebih,” ujar Ridwan.

Massa aksi kemudian menuju Hotel Sinar Mas Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Polman untuk menemui perwakilan DPRD Polman, karena kantor DPRD Polman sementara renovasi, dan Ketua DPRD Polman, Jupri Mahmud menyampaikan, terkait pembahasan KUA PPAS masih berlangsung dan itu belum final.

“Oleh karena itu, saya selaku Ketua DPRD mengucapkan terima kasih atas masukan maupun informasi yang diberikan oleh peserta aksi,” papar Jufri.

Ia menyebutkan, amanah yang telah diberikan kepada DPRD akan kami wujudkan pada kesempatan selanjutnya, dan seluruh anggaran yang telah diberikan oleh Pemkab Polman akan kembali kami telaah dengan baik melalui poin perpoin secara detail.

“Saya selaku Ketua DPRD Polman meminta seluruh data-data yang ditemukan oleh peserta aksi, agar diteruskan kepada tim badan anggaran (Banggar) guna evaluasi selanjutnya,” sebut Jufri.

Sementara Sekda Kabupaten Polman, Bebas Manggazali menyampaikan kalau dirinya meminta kepada Kominfo Polman agar memberikan seluruh hasil rapat dengan Banggar agar beritakan secara transparan.

“Saya telah meminta Dinas Kominfo Kabupaten Polman agar hasil rapat dengan Banggar untuk di beritakan dengan transparan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Polman,” demikia Bebas. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya