KAMMI Mandar Raya Bersama Petani Unjuk Rasa di DPRD Polewali Mandar, Ini Tuntutannya

27 August 2020 02:13
KAMMI Mandar Raya Bersama Petani Unjuk Rasa di DPRD Polewali Mandar, Ini Tuntutannya
KAMMI Mandar Raya bersama petani unjuk rasa terkait P3-TGAI depan kantor DPRD Jalan Andi Depu, Kabupaten Polman, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR – Sejumlah massa yang tergabung di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mandar Raya bersama petani dipimpin Zulkifli unjuk rasa terkait percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) depan kantor DPRD Jalan Andi Depu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (25/8/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, KAMMI kawal petani, KAMMI bersama petani.

Orasi Zulkifli menolak segala keputusan sepihak dari pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, karena diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis P3-GAI N0mor 02/SE/D/2019, tentang pelaksanaan kegiatan.

“Kami meminta dan mendesak DPRD Polman untuk memberikan teguran kepada oknum tenaga pendamping masyarakat (TPM) yang diduga mengalihkan dan mengarahkan serta mengintervensi pihak desa dalam penentuan calon penerima program tersebut,” ujar Zulkifli.

Menurut dia, hal tersebut merupakan penyalagunaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai TPM yang bertugas mendampingi kelompok yang terpilih nantinya, dan tertuang dalam petunjuk teknis (juknis).

“Kami juga meminta dan mendesak DPRD Polman agar menghadirkan pihak Balai untuk menarik hasil keputusan yang dituangkan dalam surat perintah tugas Nmor 35.3/ST/O&P.SDA.SULlll/Bsw13/2020,” tutur Zulkifli.

Dirinya meminta DPRD Polman memastikan agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat desa (PMD) Polman bersama pemerintah desa menjalankan surat edaran (SE) sumber daya air (SDA) Nomor 02/SE/D/2019 tentang juknis P3-TGAI.

“Hari ini kami berada di sini mengawal hak-hak para petani, Ada 42 kelompok tani yang memasukkan proposal, akan tetapi mengapa kelompok tani yang tidak memasukkan proposal yang malah mendapatkan bantuan irigasi tersebut,” beber Zulkifli.

Massa aksi diterima Wakil Ketua DPRD Polman Hamza Samsuddin dan anggota DPRD Polman Samril, menyampikan kalau pihak DPRD Polman akan menampung seluruh aspirasi peserta aksi dan akan menindaklanjutinya.

“Kami akan meminta pihak Balai agar bisa hadir untuk menjelaskan terkait masalah ini. Kami akan mengundang kepala desa dan lurah yang terkait dengan masalah kelompok tani untuk dimintai kejelasannya,” papar Hamza. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya