Meriahkan HUT RI, Desa Sasakan di Mamasa Gelar Porseni

26 August 2020 03:18
Meriahkan HUT RI, Desa Sasakan di Mamasa Gelar Porseni
Untuk tidak menjadi vakum karena pandemi Covid-19 dalam memeriahkan HUT RI ke 75, pmerintah Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulbar, gelar Porseni dengan teteap ikuti prtokol kesehatan Covid-19. (Tadius Sarrin/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Untuk tidak menjadi vakum karena pandemi Covid-19 dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 75, Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Kepala Desa (Kades) Sasakan Sumarto mengambil keputusan atas dukungan masyarakatnya untuk bisa menerima dan memberikan hiburan kepada masyarakat di desanya.

Bagaimana tidak, se-Kecamatan Sumarorong yang terdiri dari 2 kelurahan serta 8 desa itu, hanya Desa Sasakan yang sempat menyelenggarakan perayaan HUT RI Ke 75 dengan berbagai macam kegiatan olahraga dan seni.

Kades Sasakan, Sumarto saat dikunjungi di lokasi kegiatan ditanya mengenai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan.

“Ada beberapa kegiatan olahraga dan permainan tradisional yang d igelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ini atas permintaan masyarakat sendiri, seperti volly ball, futsal, sepak takraw, lari karung, lari sendok untuk anak-anak usia sekolah dasar,” kata Sumarti di Mamasa, Selasa 25/8/2020.

Menurut dia, untuk kegiatan seni, kami meramunya dalam lomba panggung bebas, seperti boleh menyanyi, lawak dan drama, serta puisi.

“Pesertanya mulai dari pemuda hingga masyarakat Desa Sasakan pada umumnya serta perlombaan mewarnai gambar bagi anak SD,” tutur Sumarto.

Disinggung soal pandemi Covid-19 dengan adanya kegiatan tersebut, ia menuturkan, justru karena masyarakat sudah jenuh dengan pandemi Covid-19, sehingga tepat HUT RI ke 75 ini mereka meminta agar kami selaku pemerintah setempat bisa menyelenggarakan pekan olahraga dan seni (Porseni) serta memfasilitasinya.

“Mengenai Covid-19, kami tetap mengikuti aturan protokoler kesehatan, baik itu peserta maupun suporter atau penonton. Olehnya itu, kami tidak menerima club ataupun pemain dari luar wilayah Desa Sasakan, namun desa tetangga boleh ikut nonton dengan ketentuan tetap ikut aturan protokoler kesehatan demi keamanan dan kesehatan kita semua,” tutur Sumarto.

Ditanya tentang asas manfaat dari penyelenggaraan kegiatan itu, dirinya menyebutkan, mengenai asas manfaat dari semua itu, tentu ada, selain sebagai hiburan masyarakat, namun yang terpenting adalah untuk meningkatkan minat dan bakat pemuda.

“Selain itu, juga sebagai ajang silaturahmi serta jalinan persahabatan antar warga dusun di Desa Sasakan. Paling utama dimasa sekarang ini adalah untuk membuka peluang usaha bagi ibu-ibu yang hendak menjual disekitar lokasi kegiatan,” demikian Sumarto. (Tadius/AWT)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya