Barisan Masyarakat Indonesia Menolak Omnibus Law dan Permasalahan Lainnya di Halmahera Timur

17 August 2020 01:46
Barisan Masyarakat Indonesia Menolak Omnibus Law dan Permasalahan Lainnya di Halmahera Timur
Barisan Masyarakat Indonesia Wilayah Maluku Utara unjuk rasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja serta persoalan lainnya berlangsung di Desa Jikomoi, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Haltim, Malut. (Aripin/Trans89.com)
.

HALMAHERA TIMUR, TRANS89.COM – Sejumlah massa yang tergabung di Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) Wilayah Maluku Utara dipimpin Darwis Bata unjuk rasa menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja serta persoalan lainnya berlangsung di Desa Jikomoi, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara (Malut), Sabtu (15/8/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, deklarasi Pemerintah Provinsi Malut telah gagal mensejahterkan rakyat, Barisan Masyarakat Indonesia Wilayah Maluku Utara membangun organisasi rakyat untuk kesejahteraan bersama.

Pernyataan sikap massa aksi, Darwis Bata mendesak perusahaan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nikel WBN, agar secepatnya membuat pelabuhan jetty.

“Perusahaan PT IWIP dan PT WBN segera membayar lahan masyarakat sesuai tuntutan masyarakat tanpa syarat, s erta menolak perusahan PT Dede Gandasuli,” tegas Darwis.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Haltim segera memperjelas tapal batas di Kecamatan Wasile Selatan dan Kota Maba, dan mendesak kepada Pemkab Haltim untuk mengadakan Unit Pelayana Terpadu Daerah (UPTD) pembuatan administrasi kependudukan di tingkat desa.

“Kami menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja, wujudkan perlindungan sosial bagi seluruh rakyat, naikan harga komoditi petani seperti kopra, cengke, pala dan lain-lain, wujudkan reforma agraria sejati, dan bangun partai massa rakyat,” tutur Darwis. (Aripin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya