LAK Sulbar Soroti Proyek Jalan Ruas Korongana-Sese Senilai Rp5 Miliar, Asgar: Saya Melihat Jelek dan Kurang Padat

14 August 2020 22:26
LAK Sulbar Soroti Proyek Jalan Ruas Korongana-Sese Senilai Rp5 Miliar, Asgar: Saya Melihat Jelek dan Kurang Padat
Salah satu titik proyek peningkatan jalan ruas Korongana-Sese, melekat di Dinas PUPR Kabupaten Mamuju dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp5,9 miliar bersumber dari APBD tahun 2020 dikerja PT Passokorang, disorot aktivis penggiat anti rasuah Sulbar. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Proyek peningkatan jalan ruas Korongana-Sese, melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp5,9 miliar bersumber dari APBD tahun 2020 dikerja PT Passokorang, kini disorot aktivis penggiat anti rasuah Sulawesi Barat (Sulbar).

Ketua Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar, Muslim Fatillah Aziz, mengatakan proyek jalan tersebut hanyalah menghambur-hamburkan uang daerah saja, karena pekerjaan di lapangan sangat diragukan kualitasnya, padahal kegiatan tersebut baru kemarin selesai namun sudah rusak.

“Jalan tersebut jangan hanya dijadikan bahan pencitraan saja pada momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) ini. Perlunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju menurunkan tim audit dengan menggandeng BPKP atas hasil pekerjaan tersebut sebelum diserah terimakan,” kata Muslim di Mamuju, Jumat (14/8/2020).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Mamuju, Asgar menyatakan kegiatan tersebut sudah disorot beberapa LSM dan wajar.

“Saya sendiri melihat jelek dan memang kurang padat. Pihak rekanan harus kupas kembali dan diperbaiki dulu. Dikupas dulu semua, baru dipadatkan semua, baru dilapisi aspal kembali,” ujar Asgar.

Menurut dia, pihak pengelolah pernah beralasan bahwa inikan masih dalam masa pemeliharaan.

“Saya bilang itu pemeliharaan lain juga tempatnya. Artinya, saya harus terima baik dulu baru dipelihara, karena kalau saya terima dalam kondisi rusak, kami yang kena batunya,” tutur Asgar.

Ia pernah memanggil rapat pihak rekanan, dan kami sampaikan ini pekerjaannya harus dibongkar.

“Kalau besok lusa ada yang jatuh kendaraan bermotor dan meninggal dan mereka menggugat di kepolisian, berjamaaki semua, dinas juga kena,” urai Asgar.

Dirinya menyebutkan, secara teknis tidak semua jelek, hanya ada beberapa titik dan bukan hanya yang sudah terlihat rusak yang wajib mereka bongkar, tapi juga semua yang terlihat berpotensi rusak harus mereka bongkar dan diperbaiki lagi.

“Saya melihat konsultan ini kurang dalam pengawasan, semestinya konsultan setiap pemadatan aktif mengawas, karena jelas dalam petunjuk teknis (juknis),” sebut Asgar.

Asgar juga mengungkapkan, konsultan ini digaji dan dikontrak, beda kami ini tidak ada perjalanan, makanya kita malas juga turun.

“Kita dilema sekarang, ada beberapa titik kegiatan tapi kami kesulitan di pengawasan,” ungkap Asgar.

Ia juga bersyukur kalau ada teman LSM atau media yang berikan informasi agar jadi bahan evaluasi pihaknya.

“Kami akan sampaikan ke pihak rekanan, agar itu yang rusak diperbaiki dulu, karena kalau tidak di benahi, saya tidak akan mau terima pekerjaannya,” tegas Asgar. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya