Depan Gedung DPR RI, Massa KSBSI Tolak Omnibus Law

14 August 2020 02:57
Depan Gedung DPR RI, Massa KSBSI Tolak Omnibus Law
Ratusan massa aksi tergabung di DEN-KSBSI unjuk rasa depan Gedung DPR/MPR RI Jalan Jendral Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat. (Irvan Akmal/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Ratusan massa aksi tergabung di Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DEN-KSBSI) dipimpin Dedi Hardianto, Surnadi dan Hori unjuk rasa depan Gedung DPR/MPR RI Jalan Jendral Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020).

Mass aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, tolak Omnibus Law, melawan yes, oposisi no, berjuang melawan pasti, kembali ke UU nomor 13 tahun 2003 atau keluarkan klaster ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja.

“Tolak Omnibus Lau Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan, selamatkan Indonesiaku. Time for 8, wujudkan pekerjaan yang layak sekarang, KSBSI tolak Omnibus law. Tolak TKA unskil, tolak upah kerja perjam, hapus outsourcing disemua lini, sangsi tegas bagi pengusaha yang membayar upah dibawah upah minim,” demikian tulisan spanduk mass aksi.

Dalam tuntutannya, Dedi Hardianto meminta agar dikeluarkannya pasal-pasal yang merugikan buruh.

“Akomodir masukan Serikat Pekerja (SP) atau Serikat Buruh (SB) dalam draft Rancanagn Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja, lindungi tenaga kerja Indonesia (TKI), tolak Omnibus Law klaster ketenagakerjaan,” ujar Dedi

Sementara orator di mobil komando juga sempat mengingatkan agar massa menerapkan protokol kesehatan, di antaranya dengan mencuci tangan dan menjaga jarak, serta meminta polisi melakukan penutupan jalan agar massa bisa berbaris luas dan jaga jarak.

“Pak polisi, kami mohon izin jalan ditutup, karena ini agar teman-teman kita untuk jaga jarak. Ini sudah tidak muat. Teman-teman, jangan lupa jaga jarak, pakai maskernya,” kata orator melalui pengeras suara.

Nampak polisi melakukan penjagaan terhadap massa, juga pengaturan lalu lintas yang mengarah ke Slipi.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengapresiasi aksi demo buruh ini menerapkan protokol kesehatan, dan berharap ini bisa dicontoh massa lainnya jika melakukan aksi serupa.

“Saya apresiasi semua pihak mau turut serta mendukung upaya memutus penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan mematuhi gerakan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” kata Kapolda Nana.

Ia menyebutkan upaya memutus mata rantai virus Covid-19 ini harus dilakukan semua pihak.

“Saya memerintahkan jajarannya terlibat aktif dengan persuasif mendisiplinkan masyarakat,” sebut Nana. (Irvan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya