Aliansi Masyarakat Bambalamotu Desak PT Toscano di Pasangkayu Realisasikan 9 Poin Tuntutannya

13 August 2020 23:22
Aliansi Masyarakat Bambalamotu Desak PT Toscano di Pasangkayu Realisasikan 9 Poin Tuntutannya
Sejumlah massa tergabung di AMB unjuk rasa depan PKS PT Toscano Indah Pratama di Dusun Tawelauro, Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Samlan Mallo/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Sejumlah massa tergabung di Aliansi Masyarakat Bambalamotu (AMB) unjuk rasa dipimpin Abd Rahman mengkalim terjadinya kesenjangan sosial di tengah-tengah masyarakat karena adanya dugaan pencemaran lingkungan, pengerusakan jalan umum yang dilakukan salah satu perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS).

Aksi berlangsung depan PKS PT Toscano Indah Pratama (TIP) di Dusun Tawelauro, Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (13/8/2020).

Orasi Abd Rahman mengatakan, ini sebagai tindaklanjut dari unjuk rasa pertama sampai saat ini belum ada yang ditunjukkan atau direalisasikan semua tuntutan kami pihak PT Toscano.

“Lingkungan adalah segala hal yang ada di bumi, baik berbentuk benda mati seperti air, udara, bebatuan, serta makhluk hidup seperti flora dan fauna. Manusia adalah bagian dari lingkungan hidup, manusia sangat tergantung dengan lingkungannya, karena manusia mengambil sumber daya alam (SDA) untuk menunjang kehidupan manusia,” kata Rahman.

Menurut dia, manusia dan lingkungan juga saling mempengaruhi, manusia dengan kecerdasannya dapat melestarikan lingkungan dengan baik atau malah sebaliknya dengan merusaknya.

“Besarnya pengerusakan lingkungan yang dilakukan oleh pihak perusahaan industri seperti perusahaan pengelolaan sawit dalam hal ini PT Toscano mengkhawatirkan masyarakat yang terdampak sangat besar terhadap kehidupan masyarakat yang mengandalkan SDA dan lingkungannya,” tutur ahman.

Maka dari itu, kata Rahman, kami Aliansi Masyarakat Bambalamotu memperjuangkan serta menyelamatkan SDA Kecamatan Bambalamotu pada umumnya dan Kelurahan Bambalamotu serta Desa Kalola secara khusus terutama generasi muda Bambalamotu yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, keadilan dan kebenaran.

“Kami AMB menyatakan sikap dengan tegas, percepatan pengelolaan limbah dan jenjang kosong (jangkos) yang mengakibatkan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pihak perusahaan dalam hal ini PT Toscano. Pelarangan pengambilan air sungai di atas tanah,” kata Rahman.

Ia mendesak perusahaan mensosialisasikan standarisasi buah sawit yang diterima perusahaan kepada masyarakat, dan transparansi penerimaan karyawan dengan mengutamakan putra daerah (warga lokal) serta menolak jatah-jatah dari oknum elit Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasangkayu.

“Kami mendesak percepatan pembuatan jalan baru dan melakukan perbaikan jalan umum yang telah di gunakan oleh pihak perusahaan (PT Toscano). Percepatan semenisasi kolam limbah, peruntukan corporate social responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial yang belum jelas,” tegas Rahman.

Dirinya juga mengemukakan agar ada ganti kerugian, penyediaan air bersih untuk Lingkungan Baliri, perbaikan jalan dan perawatan jalan selama digunakan oleh pihak perusahaan PT Toscano.

“Kami meminta menandatangani tuntutan aksi AMBu dan lingkungan hidup, apabila tidak ditanggapi dan merealisasikan tuntutan dalam waktu terhitung mulai tanggal 13 Agustus 2020 maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan menutup akses jalan ke PT Toscano selama 2 Minggu,” ujar Rahman.

Tanggapaan Manager PT Toscano indah Pratama, Eliester Limbong menyampaikan, tuntutan yang kemarin masalah jalan sementara diperbaiki oleh pihak perusahan.

“Kalau mengenai jalan baru, kami pihak perusahaan mau memenuhi permintaan masyarakat kalau sesuai (NJOP). Kalau sesuai dengan permintaan masyarakat, kami pihak perusahaan tidak mampu memenuhinya,” papar Eliester.

Dirinya mengungkapkan, masalah sumur bor yang dituntut ke pihak perusahaan sudah 50% kita kerjakan.

“Mengenai pengolahan limbah sudah 60% sementara berjalan, kalau semenisasi kolam limbah belum ada ijin sampai saat ini,” ungkap Eliester.

Lanjut Eliester, untuk pengambilan air di sungai, kami sudah ada ijin dari pemerintah setempat, dan sampai saat ini tidak ada yang merasa keberatan dari pihak masyarakat.

“Terkait dengan tuntutan masa aksi yang 9 poin itu yang diminta untuk ditandatangani, kami dari pihak perusahaan akan melaporkan ke pimpinan pusat di Jakarta. Intinya, tuntutan ini akan direalisasikan oleh pihak perusahaan, tetapi kami tidak bisa menjanjikan waktunya kapan, karena kami ada aturan-aturannya,” imbuhnya. (Samlan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya