Pemuda Makassar Menggugat Desak Kejati Sulsel Periksa Mantan Walikota Makassar Periode 2009-2014

12 August 2020 01:37
Pemuda Makassar Menggugat Desak Kejati Sulsel Periksa Mantan Walikota Makassar Periode 2009-2014
Sejumlah massa dari Pemuda Makassar Menggugat unjuk rasa mendesak Kejati Sulsel untuk segera memeriksa mantan Walikota Makassar periode 2009-2014, berlangsung depan Kantor Kejati Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar. (Slamet Untung Imam Santoso/Trans89.com)
.

MAKASSAR, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Pemuda Makassar Menggugat dipimpin Imam Fajar dan Dedi unjuk rasa mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk segera memeriksa mantan Walikota Makassar periode 2009-2014, berlangsung depan Kantor Kejati Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (10/8/2020).

Peserta aksi membagikan selebaran pernyataan sikap kepada pengguna jalan dan mengibarkan bendera GPMI, KPPM, GERAK MISI, dan GEPMAR, sambil membentangkan spanduk bertuliskan, negara sudah miskin, jangan lagi pelihara koruptor kodong, Kejati Sulsel segera memeriksa mantan Walikota Makassar periode 2009-2014.

Orasi Imam Fajar mendesak Kejati Sulsel untuk segera memeriksa mantan Walikota Makassar periode 2009-2014 terkait dugaan korupsi dana pembelian tanah waste to energy.

“Copot Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel jika tidak menindak lanjuti kasus dugaan korupsi pembelian tanah waste to energy, dan meminta Kejagung RI untuk mengevaluasi kinerja Kajati Sulsel, serta tegakkan supremasi hukum di tanah Makassar,” tegas Fajar.

Peserta aksi menyandera Kendaraan truk Mitsubisi Fuso warna orange dengan nomor polisi (Nopol) DD 9430 XU dan berorasi diatas kendaraan. Tak lama kemudian, peserta aksi melepas kembali kendaraan yang telah disandera.

Massa aksi kembali menyandera kendaraan countener berwarna hijau Nopol S 8643 UB. Tak lam kemudan melepas kembali kendaraan yang telah disandera.

Kemudian peserta aksi mebakar kardus dan ban bekas depan gerbang masuk kantor Kejati Sulsel serta mendorong pagar.

Aksi tersebut sudah ke dua kali digelar depan Kejati Sulsel, dan hingga saat ini belum ada tindakan dari pihak Kejati Sulsel, Meski telah di laporkan berkasnya ke PTSP Kejati Sulsel. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya