Imigrasi Mamuju Sosialisasi APAPO dan Layanan Eazy Passport di Pasangkayu

12 August 2020 17:45
Imigrasi Mamuju Sosialisasi APAPO dan Layanan Eazy Passport di Pasangkayu
Mewakili Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Sekda Firman membuka sosialisasi APAPO dan layanan Eazy Passport yang dilaksanakan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Mamuju, berlangsung di aula Hotel Trysakti Jalan Fatmawati, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Dok. Dinas Kominfo Pasangkayu)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan lmigrasi (TPI) Mamuju gelar sosialisasi aplikasi pendaftaran antrian paspor online (APAPO) dan layanan Eazy Passport, berlangsung di aula Hotel Trysakti Jalan Fatmawati, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (12/8/2020).

Mewakili Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Sekda Firman membuka sosialisasi APAPO dan layanan Eazy Passport, dihadiri Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sulbar Wishnu Daru Fajar dan Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Mamuju Moh Machdi Cahyadi.

“Kegiatan ini merupakan upaya kantor Imigrasi Mamuju dalam memperkenalkan APAPO untuk mempermudah pemohon paspor yang jauh di Mamuju. Ini sebagai bentuk upaya jemput bola,” kata Machdi.

Sekda Pasangkayu, Firman mengapresiasi dan merespon kegiatan tersebut, mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu memiliki program umrah gratis bagi warganya.

“Dengan APAPO, pengurusan paspor bagi peserta umrah bisa semakin mudah sebagai upaya pelayanan yang efektif dan efisien ke masyarakat,” ujar Firman.

Menurut dia, minat warga Pasangkayu untuk menjalankan ibadah umrah pun begitu tinggi.

“Saya harap program ini berkelanjutan, agar warga Pasangkayu tidak repot lagi ke Mamuju untuk mengurus paspor,” tutur Firman.

Ia mengemukakan, hadirnya APAPO di lingkup kantor Imigrasi merupakan bentuk respon terhadap perkembangan teknologi informasi saat ini, terlebih dimasa pandemi yang menuntut aktivitas semuanya dilakukan secara online.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi merupakan keharusan. Semua lembaga harus siap menerapkan jika tidak ingin tersisih. Pemkab Pasangkayu pun sudah tiga tahun terakhir telah menerapkan pelayanan berbasis elektronik,” demikian Firman. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya