Apel Siaga Aliansi Laskar Islam Klaten Bangkitnya Neo Komunis, Irjen Pol (Purn) Anton: Hasil Kongres Ulama Merekomendasikan Pembubaran BPIP

10 August 2020 00:15
Apel Siaga Aliansi Laskar Islam Klaten Bangkitnya Neo Komunis, Irjen Pol (Purn) Anton: Hasil Kongres Ulama Merekomendasikan Pembubaran BPIP
Sejumlah ormas Islam gelar apel siaga umat Islam tergabung dalam Aliansi Laskar Islam Klaten berlangsung di alun-alun Jalan Pemuda, Kabupaten Klaten, Jateng. (Arif Yoga/Trans89.com)
.

KLATEN, TRANS89.COM – Sejumlah ormas Islam gelar apel siaga umat Islam tergabung dalam Aliansi Laskar Islam Klaten dengan tema, ‘siap menghadapi bangkitnya neo komunis’, dipimpin Ketua Aliansi Laskar Islam Klaten Ustadz H Sugiyanto dan Ketua Laskar Sierad Klaten Ustadz Bambang Subagyo di alun-alun Jalan Pemuda, Kabupaten Klaten Jawa Tengah (Jateng), Minggu (9/8/2020).

Hadir di giat tersebut, Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustadz Muinudinillah Basri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Irjen Pol Purn Anton Tabah, Ketua Pesantren Masyarakat Jogyakarta (PMJ) Ustadz Puji Hartono, Ketua MUI Klaten Jazuli Fadhil, Eks Napiter Bom Bali 1 Ustadz Makmuri alias Muri alias Abu Azzam, Sekertaris Aliansi Laskar Islam Klaten Ustadz Muhammad Syafi’i, FKAM Klaten Ustadz TM Hasyim Adnan, Tokoh Muhammadiyah Klaten Ustadz Memed, Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten Husni Thamrin, Bendahara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Klaten Mohammad Thohir Bachri, Kokam Klaten Andika Budi Riswanto, Aliansi Umat Islam Boyolali Ustadz Aminudin, Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik (BHKP) PDPM Klaten Arief Islamy, Ketua Ormas Islam PMJ Sugeng Lestari, DSKS Surakarta Agus Junaedi , KMM Surakarta Bangun Mulya Wijaya, JAS Surakarta/Divisi Advokasi DSKS Surakarta Ahmad Sigit alias Sigit Gulo, Dewan Syuro FJI Klaten Ahmadi, Sekertaris GPK Klaten Tondho Handoko.

Ormas yang tergabung dalam aksi tersebut, Aliansi Laskar Islam Klaten, Brigade Laskar Islam Klaten, Komando Kesipsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Klaten, Front Umat Islam (FUI) Klaten, Forum Komunikasi Antar Masjid (FKAM), Laskar Siaga Klaten, Laskar Keadilan Klaten, Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Klaten, PMJ Klaten, Laskar Sembada Klaten, Santri Nekad (Sanek) Klaten, Aliansi Umat Islam Boyolali, DSKS Surakarta, dan FJI Klaten.

Spanduk yang digelar, PKI baru telah bangkit siapkan barisan Laskar Islam, Umat Islam siap menghadapi bangkitnya neo komunis, ganyang neo PKI jangan berikan dia hidup kembali di NKRI, TNI bersama Umat. Jangan biarkan Pancasila di ubah menjadi trisila dan ekasila. Bersama Habib Muhammad Rizieq Syihab kami umat Islam siap menjaga keutuhan NKRI dan tegaknya Pancasila dan UUD 1945 dari rongrongan kaum Neo PKI. Jangan coba-coba menghina ulama kalian pasti berhadapan dengan kami. Jihad melawan komunis lawan dan runtuhkan pergerakan komunisme dari NKRI menolak RUU HIP, waspada komunisme.

Apel siaga Umat islam dipimpin Ustadz Muhammad Syafi’i dan dalam arahannya mengatakan, kegiatan kali ini dalam rangka menghadapi neo Komunisme yang akan muncul di negara Indonesia.

“Setelah apel, kita bersama-sama berlari-lari kecil mengelilingi alun-alun Klaten dan Kokam mengamankan pada waktu laskar berlari dan dengan mengucapkan Bismillahrahmanurokhim Laskar Islam bersiaga dalam menghadapi komunis,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Laskar Islam berlari menggelingi alun-alun Klaten.

Selanjutnya pembukaan dari Arief Islamy ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh laskar yang tergabung dalam Aliansi Laskar Islam Klaten bahkan perwakilan laskar dari luar Kabupaten Klaten.

“Kita semua menyuarakan persatuan Islam yang bertujuan memberikan pesan kepada semua pihak bahwa umat Islam apabila di satukan tidak bisa di pecah belah. Marilah kita ikuti kegiatan dengan mendengarkan orasi kebangsaan dari beberapa tokoh,” ucapnya.

Ustadz Sugiyanto ucapkan syukur dan dalam rangka keseriusan kita dalam rangka menghadapi neo komunis dan antek-anteknya, kami Umat islam Klaten bersatu melawan bangkitnya PKI.

“Kita semua harus melaksanakan pesan yang di ajarkan oleh Allah dalam setiap saat kita menghadapi musuh-musuhi kita semua, bahkan akan menghabisi nyawa dari muka bumi. Tanggal 5 Juli 2020 di depan tugu adipura Klaten, Umat Islam Klaten sepakat dengan maklumat MUI yaitu adanya Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di sinyalir akan bangkitnya komunis di Negara Indonesia,” ujar Sugiyanto.

Menurut dia, kita semua umat Islam Klaten siapkan fisik dan mental serta yang perlu kita perhatikan, jangan lengah akan bangkitnya Neo PKI, kita bentengi Negara Indonesia dari bangkitnya komunis dengan Tap MPRS nomor 25 tahun 1966.

“Kita harus bersiap siaga, kita bersatu dan tinggalkan perbedaan. Jejak perjuangan Rasullullah SAW yang di tuangkan dalam surat Al Imran ayat 146, setiap dalam berjalan teguh kalimat Allah dan kita semua bersiap dalam aksi nasional,” tutur Sugiyanto.

Ustadz Muinudinillah Basri menyampaikan terima kasih kepada pejuang umat Islam yang telah membela Islam, berbicara dengan komunis sebetulnya realita bukan sekedar bangkit tapi mereka sudah memengang kekuasaan di Negara Indonesia.

“Allah apabila ingin menghancurkan umat manusia di mulai dari ideologinya bahkan RUU HIP secara fulgar membangkitkan komunis yang ingin menghilangkan persatuan umat Islam, dan di setujui wakil rakyat yang ada di DPR RI,” ujar Muinudinillah.

Ia menjelaskan, kewaspadaan kita tidak hanya mewaspadai gerakan yang telah di lakukan pada tahun 1965 dengan menghabisi tokoh-tokoh Islam, tetapi sekarang ini pergerakan yang berlangsung tahun 1965 akan muncul kembali.

“Laskar Islam harus bersatu dan kekuatan di siapkan dalam membela ideologi negara maupun para tokoh ulama. Laskar bukan hanya bertempur dalam fisik, tapi pengetahuan menyadarkan kepada masyarakat dengan bahaya bangkitnya komunis. TNI dan Polri harus mengetahui fungsinya menjaga ideologi negara, bukan menjaga penguasa negara,” jelas Muinudinillah.

Dirinya menyebutkan, pada pidato Soekarno telah jelas Pancasila final sebagai dasar negara, apabila ingin menganti Pancasila, merekalah pengkhianatan terhadap Bung Karno.

“Dari sini kita sadarkan TNI/Polri, bagi yang ingin mengganti dasar negara harus di proses sesuai hukum, siapapun itu orangnya harus di proses, jangan tebang pilih walaupun dari partai penguasa di Indonesia dan kita lawan orang-orang yang ingin membangkitkan komunis,” sebut Muinudinillah.

Ustadz Puji Hartono mengatakan, kita doakan TNI/Polri, apabila komunis bangkit di Indonesia, TNI/Polri bergabung dengan umat Islam untuk melawan para pebangkit komunis di Indonesia.

“Laskar setiap saat harus latihan, sholat tahajud, sholat dhuha dan apabila ketemu dengan orang komunis kita lantunkan Takbir Allahu akbar, kita harus terdepan dan kita berjihad dalam melawan komunis,” kata Puji.

Ia menuturkan, kita siap berjihad di jalan Allah dengan komando ulama, kalian semua harus mati sahid dalam berperang melawan komunis.

“Tinggalkan harta dan istrimu serta surga akan menunggu kita semua. Umat Islam cinta damai dan kita lebih cinta jihad,” tutur Puji.

Irjen Pol (Purn) Anton Taba, mengatakan tadi para tokoh sudah menyampaikan beberapa orasi dengan menggebu-gebu dan sekarang lembut.

“Saya salut dengan umat Islam Klaten yang telah berjuang dalam melawan akan bangkitnya komunis,” kata Anton.

Ia menyebutkan, perlu di ketahui, bahwa hasil kongres ulama Indonesia bulan Februari 2020 dengan merekomendasikan pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Ketua BPIP telah mengatakan, musuh besar negara adalah agama serta ketua pembinanya tidak percaya akhirat. Berita adanya purnawirawan TNI/Polri yang mendukung RUU HIP tidak benar,” sebut Anton.

Dirinya mengemukakan, sekarang para komunis di Indonesia menyebarkan berita yang menyesatkan dan memecah belah umat Islam dengan isi berita bahwa Walisongo berasal dari Negara China, kejadian tahun 1965-1966 jangan terulang kembali.

“Sebagai senior Polri, saya ingatkan kepada Polri agar tegas dalam memproses penista agama di Indonesia. sayalah yang menangkap Permadi pada tahun 1995 di Yogyakarta, saksi hidup Irjen Pol Nana yang sekarang sebagai Kapolda Metro Jaya. Terakhir mati sahid adalah pilihan, maka jangan takut dengan mati membela agama dan Allah akan menjanjikan surga,” ujar Anton.

Ustadz Makmuri menyampaikan Laskar Islam Klaten harus kuat dan bersiap dalam segala hal dalam membela agama.

“Saya khawatir orang yang ingin mensukseskan RUU HIP adalah orang murtad, karena di dalamnya RUU HIP yang tidak Berketuhanan yang Maha Esa serta ada beberapa hal dalam RUU HIP adanya pembangkitan komunis. Kita semua harus berkorban, mulai harta benda dan raga jiwa dalam berperang melawan komunis,” papar Makmuri.

Ia menjelaskan, selama menjadi kita mukmin apapun laskarnya, apapun partainya, apapun ormasnya, harus bersaudara jangan ada perbedaan, contoh, kita laskar ini tidak mau datang dalam kegiatan laskar itu. Perlu di catat bahwa kita Aliansi Laskar Islam Klaten wadah Ormas Islam di Kabupaten Klaten.

“Laskar Islam berbenah diri dan menyusun kekuatan dalam berperang di jalan Allah. Ingat, apabila kita berjalan di jalan Allah, maka kenikmatan akan di berikan kepada umatnya,” jelas Makmuri. (Arif/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya