Tindaklanjuti Inpres Penanganan Covid-19, Panglima TNI Lakukan Rapat Evaluasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan

09 August 2020 00:55
Tindaklanjuti Inpres Penanganan Covid-19, Panglima TNI Lakukan Rapat Evaluasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Dok. Puspen TNI)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pimpin rapat dengan jajarannya membahas evaluasi pendisiplinan protokol kesehatan dan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (7/8/2020).

Dalam rapat evaluasi yang digelar secara virtual (online) tersebut, Panglima Hadi mengatakan, pandemi Covid-19 saat ini situasinya extra ordinary (luar biasa), sehingga harus ditangani dengan extra ordinary pula.

“Selama beberapa bulan ini, TNI bersama Polri telah melaksanakan operasi pendisiplinan protokol kesehatan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19,” kata Panglima TNI Hadi melalui siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI.

Ia menyampaikan, operasi pendisiplinan awalnya dimulai di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kemudian berkembang menjadi operasi pendisiplinan di seluruh wilayah Indonesia dengan prioritas di delapan provinsi.

“Operasi pendisiplinan yang telah dilaksanakan bersifat dinamis menyesuaikan dinamika pandemi dan direktif dari Presiden RI Joko Widodo (Jokwi),” papar Hadi.

Menurut dia, perlu adanya evaluasi terhadap operasi yang sedang berjalan dan telah dilaksanakan, agar TNI dapat melaksanakan operasi selanjutnya dengan lebih baik.

“Sejak awal penanganan Covid-19, TNI menjadi tumpuan pemerintah dan masyarakat dalam upaya pendisiplinan. Oleh karena itu, TNI juga harus menjadi contoh pelaksanaan disiplin tersebut,” tutur Hadi.

Dirinya berharap, seluruh jajaran TNI selalu memperhatikan dan mewaspadai perkembangan yang terjadi dengan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19, seperti yang terjadi di perkantoran.

“Klaster baru tersebut telah meningkatkan angka kasus positif Covid-19. Untuk itu, TNI harus memastikan seluruh satuan, prajurit dan PNS TNI melaksanakan protokol kesehatan secara baik, termasuk di lingkungan kantor satuan masin-gmasing. Jadi, seluruh komandan atau pimpinan di satuan bertanggungjawab akan hal tersebut,” harap Hadi.

Panglima TNI mengemukakan, pada tanggal 4 Agustus 2020 lalu, Presiden RI Joko Widodo telah mengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020, tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 ini.

“Kebijakan ini sangat diperlukan, karena trend kasus positif di Indonesia belum melandai dan rasio angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia berada pada angka 4,65%,” ujar Hadi.

Ia juga mengungkapkan, untuk melaksanakan Inpres tersebut, dirinya memerintahkan seluruh Pangkotama dan Komandan Satuan Kewilayahan agar melaksanakan koordinasi yang baik dengan Forkopimda serta komponen lainnya untuk merumuskan implementasi Inpres di wilayahnya masing-masing.

“Komandan Satuan Kewilayahan agar melaksanakan koordinasi secara intens dengan jajaran Polri dan instansi terkait lainnya untuk menggiatkan patroli penerapan
protokol kesehatan di masyarakat, khususnya diruang publik,” ungkap Hadi.

Rapat evaluasi diikuti 86 peserta dari jajaran TNI, seperti Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Wakasad Letjen TNI Moch Fachruddin, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto dan Irjen TNI Letjen TNI M Herindra, para Asisten Panglima TNI dan Angkatan serta para Pangkotama dan Komandan Satuan Kewilayahan. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya